Pembelajaran Daring Kurang Efektif

Pembelajaran Daring Kurang Efektif

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Hello Everyone!!!

Mohon maaf sebelumnya, saya ingin berpendapat, menurut saya pembelajaran daring itu kurang efektif untuk para pelajar, apalagi peljar yang akan lulus tahun depan. coba pikirkan, sekolah tatap muka saja belum tentu siswa siswi faham, bagaimana dgn bljr online? 

Pembelajaran daring juga berpengaruh bagi siswa siswi yang kurang mampu dalam ekonomi. Mereka harus membeli kuota internet yang biaya nya itu tidak sedikit. Sementara dalam keadaan seperti ini banyak karyawan yang di phk, bisa jadi ada beberapa murid yang org tua nya menjadi korban phk.

Apalagi di masa masa seperti ini kebanyakan murid tidak menganggap serius pelajaran atau bisa di bilang tidak niat sekolah, dan akhirnya susah untuk keluar dari zona nyaman mereke. Di sekolah saja mereka belum tentu serius apalagi di rumah? Setidaknya di sekolah para siswa dan siswi bisa belajar sedikit demi sedikit. 

Saran saya, sekolah tetap mengadakan pembelajaran secara langsung/tatap muka. Dengan syarat mematuhi protokol kesehatan covid19 yang berlaku. Sekolah juga bisa membagi jadwal masuk setiap murid nya, misalnya shift 1 masuk pagi dari pukul 07.00-11.30 lalu shift 2 mulai pukul 12.30 - 17.00

Nah di dalam kelas itu siswa di bagi, misalnya shift 1 untuk absen 1-15, shift 2 sisa nya. Duduk di kelas di beri jarak. Atau bisa juga menerapkan absen ganjil genap. Tapi siswa tetap menggunakan masker atau alat yang transparan itu lho saya gatau namanya lupa. Lalu di setiap kelas di sediakan disinfektan. 

Sekian dari saya, maaf apabila anda kurang setuju dengan pendapat saya. Saya memikirkan angkatan saya yang akan lulus tahun depan. Sebisa mungkin masuk sekolah bulan Agustus/September. Karna jika masuk sekolah bulan Januari, jujur kami belum sepenuhnya siap menghadapi ujian ujian yang sangat mepet itu. 

Terima kasih