Kemenangan

Gunakan Cara Selain Menaikkan Harga untuk Mengatasi Masalah Subsidi BBM!!

Petisi ini membuat perubahan dengan 20 pendukung!


Mengatasi masalah subsidi BBM dengan cara menaikkan harga adalah cara kuno, sangat jauh dari harapan rakyat. Rakyat memandang Jokowi adalah sosok kreatif sehingga mereka sangat mengharapkan beliau mampu menghasilkan kebijakan yang kreatif. Selain itu, tanpa disadari, dengan menaikkan harga BBM, negara telah memiskinkan rakyatnya. Secara nominal, penghasilan rakyat telah meningkat tajam, tetapi karena terlalu seringnya harga BBM dinaikkan, pendapatan mereka digerogoti oleh tingginya inflasi kumulatif. Mungkin Indonesia merupakan negara yang paling sering menaikkan harga BBM. Maka tidak mengherankan bila tingkat kemiskinan masih tinggi. Terlebih lagi, kebijakan menaikkan harga BBM hanya mengenakkan pemerintah tetapi menyusahkan rakyat. Kalau mau berusaha, sebenarnya ada cara lain untuk mengatasi masalah subsidi BBM. Subsidi BBM bisa dikurangi dengan cara mengurangi konsumsi BBM. Pemerintah selama ini beranggapan bahwa kenaikan harga BBM akan menekan konsumsi BBM, tetapi kenyataannya berlawanan. Harga BBM berkali-kali dinaikkan, bukannya menurun, konsumsi BBM malah meningkat terus. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kenaikan harga BBM pasti juga ikut mengerek tarif transportasi umum. Karena itu rakyat mencari cara supaya pengeluaran untuk transportasi tidak meningkat terlalu tajam. Mayoritas mereka memilih membeli sepeda motor, Logis memang pilihan mereka, ongkos transportasi umum sekali jalan cukup untuk membeli premium 1 liter yang pada sepeda motor bisa menempuh jarak hampir 100 kilometer. Itulah mengapa populasi sepeda motor saat ini sungguh luarbiasa. Bagi masyarakat, tidak masalah bila BBM bersubsidi dibatasi, asalkan mobilitas mereka tidak terganggu, terutama untuk keperluan bekerja. Menghimbau masyarakat menggunakan transportasi umum adalah sangat tidak bijak karena justru akan meningkatkan pengeluaran mereka. Alternatifnya, pemerintah bisa menyediakan bus karyawan dan bus sekolah. Pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua pegawai negeri maupun swasta untuk menggunakan bus karyawan dan semua pelajar menggunakan bus sekolah. Bila ada yang melanggar, harus diberi sanksi yang tegas misalnya kendaraan pribadinya ditahan selama minimal 1 bulan. Memang dalam waktu dekat, hal ini tidak mudah direalisasikan. Sebagai tahap awal, bisa dimulai dari pemanfaatan kendaraan dinas untuk digunakan sebagai kendaraan karyawan dan mengajak para pengusaha untuk mewujudkan CSR dengan cara menyediakan bus karyawan. Mereka tidak harus membeli bus baru, mereka bisa menggunakan sistem sewa. Untuk menunjang kebijakan ini, perlu diadakan mutasi PNS ke kantor yang terdekat dengan rumah mereka. Sistem penerimaan murid baru juga harus dirubah, tidak lagi berdasarkan nilai, tetapi berdasrkan jarak terdekat dari rumah, seperti yang dilaksanakan di Jepang. Penggunaan kendaraan pribadi harus benar-benar dibatasi. Selama ini, masyarakat terlalu berlebihan dalam menggunakan kendaraan pribadi. Untuk jarak yang sangat dekat sekalipun, mereka naik motor atau mobil. Kedepan, penggunaan kendaraan bermotor harus ditertibkan. Sampai saat ini, banyak masyarakat yang tidak memiliki SIM, bahkan anak-anak kecil dengan bebasnya naik sepeda motor ke sana kemari termasuk ke sekolah. Sungguh ironis, di sekolah guru dituntut mendidik mereka supaya berperilaku disiplin. tetapi di luar sekolah, pemerintah membiarkan mereka belajar melanggar aturan. Akibatnya seperti yang kita lihat sekarang, tingkat kesadaran hukum rakyat Indonesia sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini, polisi harus bertindak tegas, menahan kendaraan pelanggar dalam waktu yang cukup lama. Sebagai ganti bagi sarana transportasi mereka, pemerintah bisa mendorong pemakaian sepeda motor listrik yang penggunaannya tidak perlu memakai SIM. Bila hal ini bisa diwujudkan, sudah bisa dihitung berapa juta liter BBM yang bisa dihemat. Apalagi bila busnya adalah bus listrik, tidak harus yang berbattery Li-ion,  cukup yang konvensional saja. Lebih bagus lagi kalau busnya produksi anak-anak SMK, ini akan menjadi titik tolak terwujudnya mobil nasional. Banyak lagi keuntungan dari pemasyarakatan bus karyawan dan bus sekolah ini. Antara lain adalah berkurangnya kemacetan lalu-lintas, menurunnya polusi udara, menurunnya angka kecelakaan, terjaminnya kenyamanan dan keselamatan karyawan dan pelajar dalam perjalanan. Berita kejahatan di angkutan umum seperti pencopetan atau perkosaan mungkin akan tidak terdengar lagi. Takkan ada lagi anak sekolah yang belajar jadi pembunuh di jalanan, takkan ada lagi anak yang jadi korban penculikan, takkan ada lagi anak-anak yang harus menantang bahaya alam ketika pergi dan pulang sekolah. Yang paling penting adalah, ini akan menjadi sarana bagi terlaksanya revolusi mental. Penggunaan kendaraan bermotor yang terlalu bebas selama ini telah mendorong masyarakat berperilaku buruk, terbiasa untuk melanggar aturan dan melakukan  penyuapan pada polisi. Genk motor, kebut-kebutan, balap liar, peredaran narkoba, tawuran, sex bebas, semuanya berawal dari bebasnya penggunaan kendaraan bermotor. Selain itu, bisa juga digunakan untuk merevolusi mental polisi untuk selalu bertindak tegas pada pelanggaran aturan lalu-lintas.



Hari ini: Edi mengandalkanmu

Edi Sudaryanto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Seputar Indonesia: Gunakan Cara Selain Menaikkan Harga untuk Mengatasi Masalah Subsidi BBM!!". Bergabunglah dengan Edi dan 19 pendukung lainnya hari ini.