Kami warga tangerang menolak angkutan bertarif mahal,ngetem sembarangan dan ugal-ugalan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


 

Tangerang- Saat ini permasalahan transportasi umum makin mencuat. Hingga jatuhnya korban dari ojek online karena tingkah laku oknum angkot yang melakukan tabrak lari di tangerang kemarin.

Seperti diketahui aksi damai dan stop operasi yang dilakukan oleh forum kelompok kerja sub unit organda se-tangerang berlangsung ricuh dengan pemberhentian paksa angkot dan ojek online yang beroperasi, perusakaan helm ojek online oleh oknum organda. Bahkan hingga berita ini diturunkan, pagi ini kamis 9 maret 2017 masih ada aksi pencabutan kunci kontak dari angkot oleh oknum di sekitaean perumahan dasana indah bonang.

Memang pemicunya tak lain adalah persaingan antara angkutan umum konvensional dan transportasi online, dimana pihak organda mengkalim penghasilan mereka berkurang secara signifikan sejak adanya transportasi online.

Dengan adanya transportasi online sesungguhnya memudahkan bagi masyarakat yang ingin bepergian, karena cukup duduk manis dirumah dan kendaraan pun akan menjemput ke  depan rumah, tarifnya juga bisa diketahui diawal dan relatif murah, dilengkapi dengan customer service dimana driver didata sehingga memudahkan bagi komplain jika memang pelayanan kurang memuaskan.

Hal tersebut tentu tidak akan kita dapatkan di angkutan konvensional yang kerap kali menentukan tarif se-enaknya, beberapa kejadian saat harga bbm turun maka tarif tidak tueun. Belum lagi kalau mereka nge tem berlama lama yang menghqbiskann waktu, dan ketika berjalanpun beberapa kali saya mendapatkan driver yang ugal-ugalan, lalu saya mau komplain bagaimana sedangkan angkutan seringkali bergantian supirnya alias paroan dengan driver lain.

Solusinya bagi angkutan umum konvensional:

1. Kurangi jumlah kendaraan untuk menjamin kesejahteraan driver, penjadwalan harus dibuat dan atas persetujuan organda pergantian driver dapat silakukan di tiap-tiap stop spot yang telah ditentukan.

2.Memberikan pelatihan dan seminar kepada calon driver agar lebih baik mengemudi dan berkomunikasi, diharapkan dari angkot bisa menjadi sektor wisata juga karena keunggulannya mengetahui tempat-tempat wisata kuliner di sekitaran tangerang.

 3.Disediakan contact customer service bagi penumpang sehingga bisa melaporkan pelanggaran secara langsung ke organda dan terintegrasi dengan dishub sebagai pengawas operasional angkutan umum.

4. Organda bekerjasama dengan transportasi online secara berkala pada waktu tertentu dapat mengadakan family gathering sehingga bisa menimbulkan keakraban dan empati antar sesama.



Hari ini: N mengandalkanmu

N A membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Senator dpdri asal banten: subadrj dan habib ali alwi: Kami warga tangerang menolak angkutan bertarif mahal,ngetem sembarangan dan ugal-ugalan". Bergabunglah dengan N dan 37 pendukung lainnya hari ini.