WANITA TANGGUH JUHAR SIMBELANG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Wanita suluh perjuangan...

Tak sepatutnya wanita direndahkan dari mana pun asalnya,apapun budayanya,serta gimana pun kondisinya, apalagi saat dia masih gadis ( singuda-nguda). Stigma negatif saat masa jayanya, akan meruntuhkan harga dirinya, sekalipun dilakukan dengan cara bercanda. Dia mestinya dihormati dan Dihargai, sebagai calon ibu yg akan melanjutkan generasi kita. Jika Tidak suka, silakan berlalu tanpa melukainya. Singuda-nguda (Anak Gadis) juhar adalah bidadari yg turun dari deleng Babo, uruk Penembahen, Raben Mbelang, Uruk berimbing, Uruk bahingen, Uruk gedang , Uruk tenaroh  dan mandi di Lau Lateng, Lau Julu, Pancor Mebang, Lau Ratah , Lau berneh , Lau Galoh ,Lau Kerna, Lau Babi. Dia memang bermain di sawah tapi  kulitnya tidak pernah pudar. Dia memang menjunjung ranting tapi rambutnya tak pernah kusut karena ada minyak talah (Kelapa) yang membasuhnya. Dia memang begadang, tapi dia mbayu (Nenun) sambil memikirkan masa depannya. Dia tertawa dan ersurak, sehingga wajahnya selalu cantik berseri. Jadi jika mereka di rendahkan maka menangislah Bapak yang menjaga dan membesarkannya, sampai ke negeri perantauan. Ingatlah singuda-nguda (Anak  Gadis) juhar, kalian berharga, dan unik. Berdirilah tegak di gerbang Kuta (Kampung) kita, katakan kepada dunia " kabar baik" buat siapa pun. Pancarkan aromamu, Sebar selalu kebaikan kepada siapapun sehingga kehidupanmu berseri- seri.

Dari seorang Ayah yang Tidak ingin Putrinya: DIRENDAHKAN.

Ayo untuk semua Wanita diseluruh dunia, Bangkit dan Tunjukan semangat mu, Kita Bisa jika kita saling mendukung....

Siapun Tidak pantas Merendahkan kita...