Tolong, Bantu Saya untuk Menyelamatkan Bapak

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


 

Assalamualaikum wr. wb

Selamat malam,

Perkenalkan sebelumnya, saya Arinhi Nursecha dari Cikarang Utara, Bekasi. Bapak saya, Tohirin bin Darsono Saniswan telah bekerja sebagai teknisi di PT. Truba Arabia selama 10 tahun. PT Truba Arabia merupakan subkontrak dari PT Bemco, di bawah naungan perusahaan induk Bin Laden Corp., sebuah perusahaan raksasa di Timur Tengah.

Awalnya semua baik-baik saja. Namun sejak insiden crane jatuh milik Bin Laden Corp. yang menewaskan ratusan jamaah haji beberapa tahun lalu, pemerintah Arab Saudi mencabut izin usaha Bin Laden Corp. Hal itu tentu berdampak pada anak usaha di bawah perusahaan induk, termasuk PT. Truba Arabia yang terancam bangkrut. 

Sejak perpanjangan kontrak terakhir, Bapak tidak dibuatkan iqamah (semacam KTP), sehingga Bapak jadi seperti TKI ilegal. Padahal Bapak mendaftar sebagai TKI lewat jalur resmi. Sudah setahun terakhir Bapak dan ratusan buruh migran lainnya tidak digaji. Berdemo menuntut gaji tak kunjung dibayar, menuntut dipulangkan juga tak kunjung dipulangkan. Perusahaan terus mengubah-ubah janjinya sehingga membuat buruh migran di sana makin murka. Namun, jika mereka berdemo secara frontal, justru terancam dipecat. 

Saat itu Bapak dkk berada di Duba, provinsi Tabuk. Untuk makan, mereka terpaksa berhutang ke pihak kantin tanpa tahu kapan bisa membayar. Mereka juga pernah mengalami krisis air bersih hingga terpaksa mandi di Laut Merah.

Aku dan Hindun, ibuku, sudah pernah mengadukan kasus ini ke Kemenlu pada 5 September 2019 lalu. Kami kemudian diberi formulir berisi data aduan kasus Bapak yang dapat dicek di portal www.peduliwni.go.id Pada 25 September, data aduan kami sudah sampai di KJRI.

Namun hingga bulan Oktober 2019, kami belum mendapat kabar lagi. Pada 28 Oktober 2019, aku menulis status di FB berjudul: Surat Terbuka untuk Menteri Luar Negeri. Kalian bisa mengeceknya di kolom pencarian FB. 

Beberapa hari setelah menulis surat terbuka itu, kudapat kabar dari Bapak bahwa pihak KJRI telah datang ke camp untuk mendata kelengkapan dokumen dan membawakan sembako yang sangat mereka butuhkan. Ada sekitar total 67 WNI, sedangkan sisanya dari beberapa negara seperti Pakistan, Bangladesh, India, dll. Saat itu aku sempat merasa lega. Akhirnya harapan agar Bapak dan rekan-rekannya bisa pulang ke tanah air akan segera terwujud. 

Namun ternyata dugaanku salah. Pihak perusahaan tetap berusaha menekan sejumlah karyawan yang tersisa agar mau dioper ke proyek lain. Mereka ditekan agar mau dipindahkan ke Riyadh untuk mempersulit proses pendampingan hukum KJRI bagi buruh WNI di sana. Sedangkan jarak KJRI dengan Riyadh sangat jauh, sekitar 18 jam perjalanan. Saat kucoba bertanya pada salah satu pihak KJRI, katanya jika buruh migran itu benar-benar dipindahkan ke Riyadh, berkas kasusnya akan dilimpahkan ke KBRI. Karena letak KBRI lebih dekat ke Riyadh.

Truba telah menjual aset-asetnya. Termasuk peti kemas yang selama ini dijadikan camp karyawan. Mereka sengaja dipencar-pencar agar suara mereka untuk menuntut keadilan kian melemah. Dari 67 WNI yang tersisa, tinggal 30 orang yang masih bertahan di camp. Namun kini dari 30 orang, semakin mengerucut menjadi 8 orang. Rencananya mereka akan dipindahkan ke vila oleh perusahaan. Bapak sebenarnya masih ingin bersama 8 orang rekannya. Namun beliau tak berani mengambil risiko karena tak memiliki iqamah, sedangkan teman-temannya masih memiliki iqamah aktif. 

Jumat siang tadi, Bapak dipindahkan ke PT Bemco Skill di Mekkah. Aku belum tahu apakah Bapak akan terikat kontrak yang baru dengan Bemco atau tidak. 

Aku sudah melakukan semua yang kubisa lakukan untuk Bapak. Termasuk memanfaatkan kekuatan sosial media. Aku sudah menandai tokoh-tokoh besar, politisi, aktivis kemanusiaan, hingga artis yang biasa membahas tentang isu humanisme, sebut saja Presiden Jokowi, Raja Salman, Ibu Retno Marsudi, Prabowo Subianto, dll dalam setiap postinganku tentang Bapak. Namun hingga saat ini usahaku masih NIHIL.

Jika kalian membaca petisi ini, aku sangat berharap hati nurani kalian tergerak untuk bisa membantuku menyelamatkan Bapak dan rekan-rekannya sesama buruh migran. Aku hanya ingin mereka pulang dengan selamat dan mendapatkan hak yang sepantasnya mereka dapatkan. Bantuan kalian sangat berarti bagiku dan keluarga.

Selamat malam,

Wassalamu'alaikum wr. wb

 

Salam santun,

Arinhi Nursecha

Cikarang Utara, 13 Desember 2019