Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja!!

Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Bukan Saya memulai petisi ini kepada semua orang

Melalui rapat-rapat tertutup,

pemerintah dan pengusaha ngebut

ingin mengesahkan Omnibus Law

Rancangan Undang-undang Cipta

Lapangan Kerja (RUU Cilaka) pada

Februari atau paling lambat Maret!

Tidak seindah namanya, undang-undang ini justru semakin

memiskinkan buruh, memudahkan

PHK, dan menurunkan daya tawar

buruh. Seolah buruh kerja tanpa

harga diri.

 

Buruh yang ter-PHK akan menyeret serta keluarganya ke kelamnya jurang

kemiskinan dan menurunkan daya beli masyarakat. Akibatnya, mayoritas

usaha Mikro Kecil dan Menengah akan kesulitan mencari konsumen dan

terancam gulung tikar! Akhirnya ekonomi Indonesia akan kembali krisis.

Jika diblejeti, Omnibus Law RUU Cilaka ini sebenarnya adalah Revisi

Undang-undang Ketenagakerjaan yang sejak 2006 selalu ditolak

buruh! Berikut alasan RUU Cilaka berbahaya bagi buruh:

 

1. RUU Cilaka akan

permudah PHK Massal!

Bahkan para karyawan tetap

yang sudah puluhan tahun

mengabdi tidak lepas dari

ancamannya. Turunnya jumlah

pesangon secara drastis atau

bahkan dihapus jelas akan

membuat pengusaha tidak perlu

berpikir untuk memecatmu! Kamu

akan bekerja tanpa posisi tawar,

tanpa harga diri! PHK akan

membayangi buruh yang

berserikat atau yang berani protes

atas ketidakadilan!

 

2. Status karyawan tetap

hanya mimpi!

Konsep mudah merekrut dan memecat (pasar kerja fleksibel) di RUU Cilaka

didukung dengan rencana mengizinkan outsourcing dan kontrak di

sebanyak mungkin bidang tanpa batasan waktu. Kontrak akan

diperluas sampai lima tahun. Di mata perusahaan, masa mudamu adalah

uang, tapi masa tuamu hanya jadi sampah tak berguna! Ambyar tidak

karu-karuan!

 

3. Penghapusan Pidana Ketenagakerjaan (Pengusaha Bebas

Menindas)

Saat ini, UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengancam

memenjarakan pengusaha yang menghalangi cuti melahirkan, tidak

membayar upah minimum, tidak bayar upah lembur, mempekerjakan

anak, tidak membayar BPJS Kesehatan, mempekerjakan pekerja asing

tanpa izin, menghalangi berserikat dan mogok. Tapi semua pelanggaran

aturan-aturan itu nantinya cuma dihukum sanksi administratif! Apakah

kamu akan biarkan pengusaha bebas melanggar aturan?!

 

4. Upah per Jam! UMP hanya mimpi!

Upah per jam artinya buruh bukan manusia, sekedar mesin produksi. Di

Indonesia tidak ada jaminan pengangguran yang memberikan tunjangan

bagi orang ter-PHK. Jadi, upah per-jam itu tidak masuk akal! Belum lagi, karyawan tetap terancam turun kasta jadi karyawan jam-jaman. Ingat, jam

kerja di RUU Cilaka akan berdasarkan negosiasi pengusaha buruh

(bipartit) sembari memangkas daya tawar buruh-buruh! Kalau kamu

sakit dan tidak bekerja, dengan tidak adanya sanksi pidana pengusaha

agar mendaftarkan kamu di BPJS, silahkan berobat dengan uang dari

langit! Begitu juga kalau kamu melahirkan. Kurang kejam apalagi RUU

Cilaka!?

 

5. Rentan Diskriminasi!

Di perusahaan investasi asing, buruh Indonesia rentan menjadi korban

diskriminasi. Kerap investor, dari negara Cina sampai Zimbabwe, rentan

tidak profesional. Mereka bisa jadi lebih suka rekrut dan memberi

penghargaan pada rekan senegara atau "asal bule" (meski ongkos lebih

mahal) ketimbang mempekerjakan kita. Diskriminasi akan melenggang

bebas karena aturan pekerja asing akan dipermudah!

 

6. Praktis Pengusaha Hindari BPJS

Tanpa adanya sanksi pidana, pengusaha akan ogah membayarkan dan

mendaftarkan karyawan pada BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Kalau

kamu protes, upahmu jadi per jam, jam kerjamu dikurangi, dan kamu

bisa di-PHK tanpa pesangon, atau PHK cuma dengan uang kerohiman

ala kadarnya!

 

KAMU BISA MENCEGAH ITU SEMUA!!

Aksi turun ke jalan tidak pernah sia-sia! Tahun lalu gerakan rakyat berhasil

membatalkan rencana DPR dan Pemerintah meloloskan berbagai RUU

ngawur, terutama RUU KUHP.

Kami, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), percaya kekuatan

perubahan ada di kamu semua. Untuk itu, Gebrak mengajak kamu semua

terlibat perlawanan omnibus law RUU Cilaka dengan cara:

 

1. Kuliti kebusukan RUU Cilaka! Pelajari bahaya RUU Cilaka.

 

2. Blejeti dan sebarkan biar teman-temanmu sadar kesadisan RUU

Cilaka! Bantu sebarkan bahaya ini lewat obrolan warung kopi,

pengajian, postingan medsos, gosip WA, atau di tengah-tengah

forum gibah.

 

3. Jangan lupa turun aksi! Ajak kawan-kawanmu terlibat perlawanan.

Turun aksi akan buktikan perlawanan kita pada penguasa dan

pengusaha yang ngebet RUU Cilaka!

 

4. Lakukan berbagai perlawanan dengan caramu dan apa yang

kamu bisa, kawan! Selamatkan masa depan kita dan anak cucu

kita!

 

5. Persiapkan diri untuk perlawanan yang sehebat-hebatnya,

hingga pemogokan nasional, pemogokan massal: Mogok Kerja,

Mogok Belajar, Mogok Kuliah, Mogok Melaut, Mogok Bertani.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!