Menolak tindakan REPRESIF di FEB UMM

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tindakan represif oleh seorang oknum dosen terhadap seorang mahasiswi FEB UMM

Berikut kronologi permasalahannya:

Lokasi Kejadian : ruang 212. Kelas A. Matkul Riset Operasi


-Susanti membuka hape untuk melihat jam di ruang 212

-Susanti diminta memberikan hapenya kepada oknum dosen karena ketahuan membuka hape saat berjalannya proses belajar mengajar

-Susanti mencoba menjelaskan kenapa dia membuka hape

-oknum dosen tidak ingin mendengarkan penjelasan dari susanti yang padahal hanya ingin melihat jam di HP

-HP susanti dibanting dan di tendang di kelas A, Ruang 212

-Susanti diusir dari kelas dari kelas A, Ruang 212 oleh oknum dosen

-kemudian, ketua BEM Fakultas menjelaskan, pihak dekanat sudah tau kejdian tersebut

-Ketua BEM Fakultas menjelaskan bahwasannya susanti yang salah dan sudah menerima kesalahannya

-Namun Ketua BEM Fakultas menjelaskan, tidak ada pembantingan dari oknum dosen

-Tidak ada penindak lanjutan dari pihak dekanat terhadap oknum dosen

-Ketua BEM Fakultas menceritakan kronologi yang bertentangan

-Susanti (korban) meminta maaf kepada Oknum Dosen (pelaku)

Kesimpulan dari kronologi diatas bahwa oknum dosen melakukan tindak represif sekaligus intimidatif,  membanting hp sekaligus harga diri. Tindakan oknum dosen tersebut  sangat bertolak belakang dengan nilai nilai edukasi bahkan kemuhammadiyahan. kemudian oknum dosen tersebut tidak memberikan hak kepada korban  untuk mengklarifikasi alasan korban menyalakan  hp nya.