Selamatkan Pekerja Mitra Online melalui UU Ketenagakerjaan dan Transportasi !!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sistem kapitalisme global telah menjarah Indonesia terutama yang paling banyak mendapatkan lahan investasi dalam sektor jasa transportasi adalah  perusahaan ojek online yang berhasil meraih Pekerja Mitra Online sebagai driver.

Pemerintah tidak menyoroti ini sebagai bentuk terobosan terbaru dalam mengatasi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Masuknya Grab , Uber sebagai perusahaan berkembang di Asia-Dunia dan diikuti oleh Go Jek di Indonesia tentulah membawa dinamika bagi kaum pekerja/ buruh bahkan menurunkan tingkat pengangguran yang cukup tinggi di Indonesia.

Pekerja Mitra Online (Driver)"Ojek Online" dibawah naungan sebuah perusahaan besar "Multi National Corporation" Grab,Uber, dan Go Jek menawarkan fee kepada Pekerja Mitra Online (Driver) untuk di jadikan aset "Kapital" sebagai bahan penjualan perusahaan kepada investor asing disektor pelayanan jasa transportasi Indonesia berbasis online.

Tingginya animo pendaftaran Pekerja Mitra Online (Driver) menjadikan perusahaan ini terus berkembang sehingga banyaknya jumlah Pekerja Mitra Online (Driver) dapat dijual untuk memperoleh hasil investasi kepada perusahaan asing.

Penjualan Pekerja Mitra Online (Driver) kepada perusahaan asing bukanlah tanpa alasan bahkan google pun menanamkan investasi nya ke Go Jek  karena tingginya Adsmob dari sebuah aplikasi playstore ditambah lagi dengan bagi hasil 20%-30% dari Pekerja Mitra Online (Driver).

Pekerja Mitra Online tanpa disadari menjadikan pekerjaan mereka sebagai sandaran hidup yang menjanjikan diawal kemunculannya namun seiring dengan perkembangan Pekerja Mitra Online banyak dijadikan aset untuk menjarah "Laba" perusahaan dan menjual kembali nilai lebih Aset "Laba". Artinya sadar atau tidak sadar sistem ekonomi global (neo liberalisme) telah menampakan bentuk aslinya dalam Kapitalisme di Indonesia. 

Pekerja Mitra Online (Driver) tidak mendapatkan payung hukum di Indonesia terutama hak upah minimum regional sesuai konstitusi yang berlaku. Hak-hak Pekerja Mitra Online juga tidak mendapatkan kesejahteraan baik itu asuransi kecelakaan , tarif minimum regional dll.

Pemotongan bagi hasil 20%-30% seharusnya sudah menyumbangkan pajak terbesar bagi devisa negara yang berasal dari Pekerja Mitra Online namun sampai saat ini tidak ada laporan pajak penghasilan perusahaan baik itu kepada Pekerja Mitra Online dan Pemerintahan.

Untuk memperjelas hak hak status Pekerja Mitra Online dan Perusahaan Ojek Online maka harus dibuat langkah strategis untuk menyelamatkan Pekerja Mitra Online (Driver) adalah :

1.Segera lakukan Nasionalisasi terhadap perusahaan Ojek Online dibawah izin Kementrian Transportasi-Dinas Perhubungan dan Depnaker sebagai bentuk privatisasi perlindungan hak hak Pekerja Mitra Online (Driver).

2. Memperjelas bentuk kerjasama antara Pekerja Mitra Online dengan Perusahan Jasa Transportasi Online (Grab, Go Jek , UBER dll) mengacu UU Ketenagakerjaan dan UU Jasa Transportasi Umum bersifat khusus.

3. Transparansi terhadap laporan keuangan kepada Pekerja Mitra Online (Driver) dan membuat laporan keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan legalitas dan pengawasan sebagai perusahaan yang sehat dan taat pada peraturan pemerintah.

4. Bentuk Kerjasama antara Pekerja Mitra Online dan Pengelola Jasa Transportasi Online dibawah naungan legalitas Syarikat Pekerja Mitra Online untuk mengatur perjanjian kerjasama upah , Insentif, bonus hak dan sangsi hukum kedua belah pihak baik itu penilaian pelanggaran kode etik  dll.

Masuknya investasi asing diharapkan pemerintahan dapat memonitoring melalui payung hukum yang jelas denga aturan yang disepakati antara Pekerja Mitra Online dan Perusahaan Ojek Online sesuai UU yang berlaku di Indonesia mengenai peningkatan standar tarif dan kesejahteraan pekerja minimum penghasilan setiap bulan mengikuti aturan UMR (Upah Minimum Regional) dimana setiap Pekerja Mitra Online wajib mendapatkan nilai UMR (bonus) tiap bulan diluar dari penghasilan pekerjaan bagi hasil 20-30%  yang di dapat oleh Pekerja Mitra Online.

Neoliberalisme adalah bentuk imprialisme dalam era globalisasi dimana perusahaan "Multi National Corporation" menjadikan lahan empuk bagi sistem Kapitalis untuk memperkaya kaum "Borjuis Komperdor" menanamkan modal asing di Indonesia.

Pekerja Mitra Online (Driver) menjadi korban ajang jual beli investasi karena lemahnya Policy UU di Indonesia terhadap PMA (Penanaman Modal Asing).

Seiring dengan arus globalisasi dan tekhnologi DPR /MPR RI dan Presiden harus sudah megeluarkan UU bagi PMO (Pekerja Mitra Online) untuk melindungi hak hak dasar kaum pekerja online Driver di Indonesia.

Salam Satu Aspal..!!

Hidup Kaum Pekerja dan Buruh..!!

KAUM PEKERJA DAN BURUH BERSATU-RAKYAT BERDAULAT TERHADAP NKRI SELAMATKAN GENERASI MUDA ANAK BANGSA PEKERJA MITRA ONLINE INDONESIA..!!

Syarikat Pekerja Mitra Online.



Hari ini: bintang mengandalkanmu

bintang muda revolusi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Selamatkan Pekerja Mitra Online melalui UU Ketenagakerjaan dan Transportasi !!". Bergabunglah dengan bintang dan 52 pendukung lainnya hari ini.