Petition update

Petisi SPP SDH Makassar

Roby Tandi
Indonesia

May 10, 2020 — 

Yang terhormat Parents,

Berikut kami lampirkan notulen rapat pertemuan Perwakilan parents dengan pihak sekolah.

NOTULEN MEETING ONLINE PIHAK SEKOLAH DAN PARENT SDH MAKASSAR 

Media : Microsoft Teams Online 

Tanggal : 06 Mei 2020 Waktu : 13.00 – 14. 07

Pemimpin Rapat : Mrs. Linda Tejokusuma

Peserta : 1. Mrs. Dewi 2. Mr. Ardy 3. Ms. Nathaly 4. Pak Roby Tandi 5. Ibu Anny 6. Ibu Rahma 7. Ibu Maggie 8. Ibu Reny 9. Pak Wira

Agenda : 

1. Kebijakan Keringanan biaya Sekolah (SPP) selama pandemic Covid 19 

Isi Rapat : 

• Penyampaian aspirasi, masukan, keluhan dari orang tua berkenaan dengan uang sekolah (SPP) diwakili oleh Pak Roby, Ibu Anny, Ibu Rahma, Ibu Maggie, Ibu Reny dan Pak Wira. 

• Adanya petisi orang tua, setelah sekolah mengeluarkan surat pemberitahuan pembayaran spp tahunan untuk TA 20/21 pada 30 April 2020, yang mana SPP mengalami kenaikan harga, 

• Jumlah orang tua yang menandatangani petisi keringanan SPP SDH Makassar sudah mencapai 562 (data dari Pak Robi Tandi selaku initiator petisi akan dikirim ke email Ibu Linda) 

• Bu Linda : Adapun yang sekolah telah lakukan adalah → denda untuk SPP bulanan ditiadakan selama pandemi Covid, email pribadi yang telah dikirim orang tua ke admission sudah di follow up ke yayasan, dan ada 6 email orang tua yang telah di reply (sebelum petisi keluar, sehingga balasan bagi orang tua lain di hold) yang berupa surat penawaran cicilan pembayaran SPP bulanan: 75% dibayarkan di bulan April, Mei, Juni, dan 25% dibayarkan di bulan Juli, Agustus, September Adapun SPP TA 20/21 mengalami kenaikan harga, karena sekolah tidak memprediksi Covid akan berlanjut hingga tahun ajaran depan (pemberitahuan mengenai harga SPP TA 20/21 sudah diberitahukan sebelumnya di November 2019) Kebijakan mengenai SPP, keputusan sepenuhnya diambil oleh pihak yayasan dan bukan di unit Makassar saja, sehingga untuk setiap input dari orang tua berupa email ataupun petisi, pihak SDH Makassar akan melanjutkan ke yayasan. 

• Ibu Anny : Mengapa yayasan belum mengeluarkan kebijakan, sementara sekolah lain tanpa diminta orang tua telah terlebih dahulu mengeluarkan kebijakan menyeluruh berupa pemotongan biaya sekolah (SPP)? 

• Ibu Reny : SDH Makassar adalah sekolah Kristen yang berdasarkan kasih, namun yang terlihat di masa pandemi ini, yayasan diam, sehingga bahkan anak-anak pun dapat menilai apa yang sekolah sudah lakukan untuk orang tua, dan bagi orang tua sekolah seperti tidak peduli. Terlihat seperti apa yang diajarkan sekolah, tidak sesuai dengan tindakan. 

• Ibu Linda : sekolah terlihat seperti tidak berbuat apa-apa karena sekolah memang tidak memberitahukan secara menyeluruh kepada orang tua, namun menanggapi pernyataan itu, sekolah telah membalas beberapa email orang tua untuk penawaran cicilan SPP bulanan serta pembayaran SPP tahunan TA 20/21 tenggang waktu diperpanjang sampai 30 juni 2020 (walaupun belum sesuai dengan keinginan orang tua), Sekolah juga memiliki rencana internal untuk membantu yang berkekurangan dan kemungkinan akan mengajak orang tua yang bersedia di masa pandemi ini. 

• Ibu Maggie : Perlu menjadi pertimbangan sekolah bahwa di masa pandemi ini, biaya operasional di rumah naik selama anak-anak HBL, seperti kenaikan biaya internet, listrik namun penghasilan orang tua menurun. Sehingga sekolah perlu mempertimbangkan ini untuk dapat mengambil keputusan keringanan biaya SPP. Yang di inginkan bukan cicilan 25%, namun pengurangan biaya sekolah. 

• Pak Roby Tandi : Jika yayasan menyetujui pengurangan biaya sekolah, perlu memperhatikan tiga kategori orang tua dalam pembayaran SPP :

1. Orang tua yang membayar SPP TA 19/20 secara bulanan,

2. Orang tua yang telah membayar SPP TA 19/20 secara tahunan, dan

3. Orang tua yang akan membayar SPP TA 20/21 (tahunan ataupun bulanan)

Perlu pengurangan detail dari yayasan terhadap ketiga kategori tersebut 

• Pak Wira : sekolah dan orang tua adalah partner, sehingga ketika pandemi ini, sekolah perlu memikirkan kesulitan orang tua khususnya dalam bidang ekonomi 

• Ibu Reny : pengurangan SPP 10% pun belum cukup/ tidak berasa bagi orang tua khususnya di masa sekarang ini, 

• Ibu Rahma : masukan bagi sekolah agar jika ada kebijakan baiknya diberitahukan secara menyeluruh kepada orang tua, bukan per pribadi, 

• Ibu Linda : orang tua perlu mengetahui bahwa yayasan memiliki banyak sekolah di Indonesia, bukan hanya SDH Makassar saja, sehingga permasalahan yang dihadapi cukup kompleks dan luas, tidak bisa hanya menetapkan keputusan di satu unit saja, seperti di Makassar. Mudah-mudahan 1-2 minggu, sekolah dan yayasan sudah dapat memberikan perkembangan kebijakan dari meeting hari ini. 

• Kesimpulan :

1. Orang tua meminta kepada yayasan untuk pengurangan biaya sekolah (SPP),

2. Permintaan pengurangan SPP hanya berlaku sejak anak-anak HBL, setelah anak-anak kembali bersekolah, orang tua bersedia untuk biaya sekolah (SPP) kembali normal,

3. Permintaan ini dikarenakan di masa pandemi Covid ini, kondisi ekonomi serta penghasilan orang tua menurun dan masih harus menanggung biaya lain yang cenderung meningkat (bagi pengusaha, masih harus membayar gaji karyawan).

Berharap yayasan betul-betul memedulikan keadaan orang tua, dan nantinya kebijakan ini disampaikan secara menyeluruh kepada orang tua.

Demikian kami sampaikan

Stay SAFE Stay HEALTH

Salam


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.