Keadilan atas hukuman denda terhadap tim PSN Ngada di liga 3 Nasional 2019 Group F

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Selamat siang semuanya.

Saya masyarakat pencinta bola dari kabupaten Ngada provinsi NTT. Saat ini tim kebanggaan kami PSN Ngada NTT sedang bertanding di liga 3 nasional group F. Tim kami dirugikan oleh konerja wasit dan panpel. 

Kronologi kejadiannya: 

1. Hari sabtu 14 Desember 2019 , PSN Ngada VS Gaspa Palopo, setelah pertandingan diinformasika oleh panpel bahwa pemain bernomor punggung 14 Kiken M.N mendapatkan kartu kuning di menit ke 60, faktanya pemain dimaksud tidak mendapatkan kartu pada pertandingan tersebut, oleh panpel pemain iti dilarang tampil di partai berikutnya

2. Hari senin 16 Desember 2019 PSN Ngada vs PSG Gresik. Sebelum bertanding, Manajer dan coach PSN melakukan protes atas kartu kuning tersebut, oleh panitia diizinkanu tuk bertanding.

3. Selasa pagi 17 Desember 2019, tim PSN dikejutkan oleh surat dari panitia liga 3 Jawa Timur yang menyatakan PSN dinyatakan memainkan pemain ilegal melawan PSG Gresik,didenda Rp30.000.000,- dan dinyatakan kalah 3:0. Dengan suratini jelas bajwa langkah PSN dihentikan secara paksa oleh panitia,wasit yang berpegang teguh pada kartu kuning siluman.

4. Cara kerja seperti ini membuat kami menduga bahwa wasit, panitiadan tim di group F terindikasi disusupi oleh mafia sepakbola.

Demi kemajuan sepakbola Indonesia, kami NGADA MANIA minta keadilan oleh pihak terkait dalam hal ini,PSSI, Satgas PolriAnti Mafia Bola melakukan investigasi dan memberikan hukuman atas dasar keadilan dan berdasarkan fakta yang telah terjadi

Salam olahraga

Salam hormat dari kami Ngada Mania