Kembalikan Akses Tumblr: Media Motivasi dan Inspirasi Belajar Kami

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Yang terhormat,

Bapak Rudiantara, S.Stat., MBA

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

 

Membaca judul petisi ini mungkin membuat Bapak dan staff-staff di kementerian Bapak bingung. Bagaimana bisa website yang menurut Tim Kemkominfo merupakan platform buruk yang mem-provide konten asusila dapat memberikan motivasi dan inspirasi belajar bagi para pelajar? Pertanyaan tersebut pasti muncul jika Tim Kemkominfo hanya melihat situs Tumblr dari sisi negatifnya saja yang bahkan sisi negatif tersebut tidak mewakili mayoritas isi atau konten di dalam Tumblr.

Sebelumnya, perkenalkan kami adalah ‘Studyblr Community’ atau ‘Komunitas Studyblr’. Istilah Studyblr merupakan singkatan dari ‘study’ dan ‘Tumblr’. Intinya, kami adalah komunitas belajar yang ada Tumblr. Aktivitas yang kami lakukan:

  • Membagi berbagai jenis inspirasi cara menulis catatan belajar yang menarik
  • Tips belajar
  • Berdiskusi
  • Menjalin koneksi dengan pelajar lain dari wilayah manapun tak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia
  • Berbagi informasi mengenai kehidupan sekolah atau kampus, sehingga pelajar lain dapat memiliki wawasan luas mengenai berbagai kehidupan akademis dan referensi bagi mereka yang ingin masuk ke sekolah atau kampus tertentu

Komunitas kami ‘mati’ hanya karena 360 akun dari 391,9 juta akun (Data: Statista per Januari 2018) yang dideteksi Tim Kemkominfo memiliki konten asusila. Blog belajar penulis petisi ini (https://gugumina.tumblr.com) memiliki lebih dari 1700 followers yang mendukung konten belajar dan mengakses Tumblr untuk keperluan positif. Jumlah tersebut masih terbilang sedikit karena ada blog belajar lain (seperti salah satu studyblr lain yang penulis sukai: natastudies.tumblr.com) yang memiliki puluhan ribu followers yang menggunakan Tumblr sebagai platform untuk mencari dan berbagi inspirasi belajar untuk menjadi pribadi yang lebih produktif dalam hal akademis.

Berpindah ke platform lain bukanlah solusi. Tumblr memiliki fitur reblog yang mempermudah sebuah post mendapatkan exposure, sehingga suatu konten positif seperti tips belajar, motivasi, dan inspirasi lebih mudah tersebar dengan masih melekatkan identitas publisher pertama posting tersebut. Tumblr sangat menjaga orisinalitas dan suatu platform yang baik untuk menghindari plagiarisme. Platform lain yang sering menjadi ‘pelarian’ komunitas ini adalah Instagram. Namun, Instagram rawan plagiarisme karena gambar dapat diunduh dengan suatu aplikasi atau Instagram downloader website dan repost di akun lain. Jika akun tersebut tidak bertanggung jawab, tidak ada credit yang menandai siapa publisher pertama posting tersebut. Selain itu, Instagram tidak semudah Tumblr untuk meningkatkan exposure suatu konten. Instagram tidak memiliki fitur reblog dan mengandalkan jumlah likes dan kemunculan suatu posting dalam explore tab yang tidak begitu menjamin suatu konten positif dapat tersebar luas.

Kami sangat keberatan dengan kebijakan Kemkominfo memblokir situs Tumblr. Terlebih lagi, kami mendapatkan argumentasi Kemkominfo yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dan cenderung memperlihatkan bahwa Kemkominfo kurang research.

Kemkominfo menyatakan bahwa Tumblr tidak memiliki mekanisme dan report tools untuk melaporkan konten asusila. Faktanya, Tumblr memiliki report button untuk melaporkan tak hanya konten asusila, tetapi juga konten yang melanggar ketentuan atau regulasi Tumblr: konten yang mengandung kekerasan, plagiarisme, SARA, konten dewasa, dan sebagainya. Bahkan, Tumblr juga memiliki filter berupa safe mode yang dapat diaktifkan jika pengguna tidak ingin hasil pencarian ternodai oleh konten-konten sensitif atau berbau asusila. Di aplikasi, fitur report dan filtering dapat diakses melalui pilihan settings.

Intinya, semua platform sama saja. Semua kembali ke pengguna. Jika pengguna menggunakan suatu situs untuk mencari konten negatif, maka yang keluar konten negatif. Jika pengguna menggunakan suatu situs untuk mencari konten positif, maka yang keluar adalah konten positif. Penggunalah yang perlu diedukasi, bukan situsnya yang ditutup. Apakah pengguna positif yang jauh lebih banyak jumlahnya dari pengguna negatif harus rela ‘mati’? Kami rasa pemblokiran situs Tumblr bukanlah solusi terbaik untuk memblokade konten asusila. Blokir adalah bukti kita kalah terhadap perkembangan teknologi. Otak manusia adalah ciptaan Tuhan yang lebih canggih dan tak akan pernah kalah oleh teknologi apapun. Kitalah yang harus pintar mengatur, menjaga, dan memahami apa saja yang baik untuk diakses dan mana yang sebaiknya tidak perlu diakses.

Kami, Studyblr Community, hanya segelintir contoh para pengguna yang menggunakan situs Tumblr untuk hal yang pantas tersebar. Banyak pengguna lain yang berbagi karya seni mereka, kampanye untuk perkembangan dan pembangunan dunia, pemikiran dan ide inovatif, konseling, wawasan dan ilmu, berita, informasi, dan masih banyak konten positif lainnya. Kami mampu menggunakan suatu situs untuk kebaikan. Kami tidak akan rela mati hanya demi kurang dari 1% pengguna negatif yang telah merusak usaha kami membangun situs dengan mengunggah konten-konten positif.

 

Edukasikan manusianya, bukan hentikan teknologinya.

Jangan sampai kita menghadapi kemunduran.

 



Hari ini: Zhafirah mengandalkanmu

Zhafirah Anismahir membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Rudiantara: Kembalikan Akses Tumblr: Media Motivasi dan Inspirasi Belajar Kami". Bergabunglah dengan Zhafirah dan 508 pendukung lainnya hari ini.