Petisi ditutup

RSUD Cengkareng, Sediakan Ruang ICU untuk Pak Tukimin, Sebelum Terlambat

Petisi ini mencapai 21 pendukung


Bapak Tukimin, warga Kapuk Cengkareng Jakarta Barat, pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS), didiagnosa menderita penyakit Dospneu ec asidosis metabolik + ckd + pnemoni. Berdasarkan diagnosa tersebut seharusnya Bapak Tukimin dirawat secara intensif di ruang ICU, bukan malah di ruang biasa.

Sejak masuk RSUD Cengkareng (10/02/17) hingga saat ini, Bapak Tukimin hanya dirawat di ruang rawat inap biasa (bukan ruang ICU). Keterbatasan ruang ICU di RSUD Cengkareng menjadi kendala. Begitu juga dengan penuhnya ruang ICU di RS lain di Jakarta. Meski RSUD Cengkareng telah berupaya melayani dengan memberikan perawatan di ruang biasa (sambil menunggu ketersediaan ruang ICU), setelah tujuh hari perawatan, kondisi Bapak Tukimin belum juga ada perubahan yang signifikan. Bahkan semakin memburuk.

Berdasarkan pantauan kami,  banyak rakyat miskin yang sering mengalami kesulitan seperti Bapak Tukimin. Sudah dua tahun Kartu Indonesia Sehat (KIS) dijalankan sebagai program unggulan Presiden Joko Widodo. Perjalanan dua tahun semestinya sudah cukup memberikan pelajaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan agar sesuai dengan amanat undang-undang Kesehatan. Kenyataan selalu membuat kami geram, buruknya pelayanan kesehatan masih terus dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Apa yang terjadi membuktikan bahwa skema jaminan kesehatan yang berlaku selama ini tidak mencukupi untuk menjamin hak-hal rakyat dalam mendapatkan kesehatan. Pelayanan rakyat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan haruslah diimbangi  dengan kebijakan  kesehatan yang komprehensif serta pembangunan infrastruktur kesehatan yang mencukupi. berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masih menghadapi jumlah kekurangan dokter umum. Seharusnya ada 40 dokter umum per 100 ribu penduduk, namun saat ini hanya 33 dokter umum yang tersedia untuk 100 ribu penduduk di indonesia. selain itu dapat dilihat pada bagaimana indonesia masih kekurangan rumah sakit. rasio tempat tidur rumah sakit saat ini terhadap populasi berada pada angka 6,3 tempat tidur untuk 10.000 orang, jauh dibandingkan dengan standar rata-rata global, 30 tempat tidur untuk 10.000 orang. rawat inap tahunan di indonesia juga hanya berkisar pada 140 rawat inap untuk 10.000 penduduk, terendah di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas kami berkesimpulan :

1.    Bahwa telah terjadi pengabaian hak rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

2.    Bahwa pengabaian tersebut telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan dan aparatus pemerintah daerah.

Berdasarkan kesimpulan tersebut kami menuntut dengan segera :

1.    Mendesak Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan dan Pemda Provinsi DKI Jakarta memfasilasi Bapak Tukimin untuk segera mendapatkan ruangan ICU dan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau sebagaimana telah di amanatkan oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Bahwa demi perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Negeri ini kami menuntut :

1.    Mendesak Presiden RI dan DPR RI untuk meninjau kembali kinerja BPJS Kesehatan. Sejalan dengan hal tersebut kami mengusulkan agar segera dicabut UU SJSN dan BPJS Kesehatan untuk digantikan dengan UU Sistem Kesehatan yang komprehensif.

2.    Mendesak Presiden RI dan DPR RI untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berbasis pada Jaminan Sosial berbasis hak warga negara bukan asuransi sosial berdasar pembayaran iuran.

3.    Mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kesehatan publik.

4.    Mendesak Presiden Jokowi untuk segera menghentikan komersialisasi dan liberalisasi kesehatan di Indonesia.

Demikian Surat Protes ini kami sampaikan. Atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.

 

 

Jakarta, 17 Februari 2017

 

Mengetahui,

Ketua Umum, Marlo Sitompul

Sekjen, Dika Moehammad



Hari ini: Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) mengandalkanmu

Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "RSUD Cengkareng: RSUD Cengkareng, Sediakan Ruang ICU untuk Pak Tukimin, Sebelum Terlambat". Bergabunglah dengan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) dan 20 pendukung lainnya hari ini.