SETUJUI PENURUNAN REKTOR ISI PADANGPANJANG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


PETISI
PENURUNAN REKTOR ISI PADANG PANJANG


Baru-baru ini seluruh civitas akademika Institut Seni Indonesia Padangpanjang, terutama mahasiswa dan dosen dihebohkan dengan berita Prof. Novesar Jamarun, selaku rektor Institut Seni Indonesia padangpanjang terpilih yang baru saja dilantik untuk periode 2019/2024, turut mendaftarkan diri sebagai calon rektor di Universitas Andalas Padang. Hal ini tentu melecehkan sumpah dan mandat yang diterimanya beberapa waktu lalu sekaligus melanggar etika jabatan selaku aparatur negara dalam menjalankan tugasnya. Hal ini juga memperlihatkan lemahnya integritas pemimpin yang tak serius menjalankan jabatannya, mengingat upaya ini sudah berulangkali terjadi.

Pertanyaan lebih lanjut yang dapat diajukan perihal tsb, apa motif ybs dalam hal ini? Besarnya tunjangan dan atribut lain dari jabatan di Kampus Sebelah, kah? Motif ini menjadi penting buat kita guna mengetahui berapa besar integritas yang bersangkutan dalam mengemban amanah dan jabatan yang telah dan akan diterimanya. Adalah hal yang umum diketahui bahwa seberapa besar pun kapasitas seseorang namun tanpa integritas orang tsb tidak akan memberikan kontribusi berarti bagi sebuah institusi.

Lalu apakah kita tidak bisa menilai bahwasannya tindakan ini merupakan bentuk permainan jabatan? yang menjadikan Institut Seni Indonesia Padangpanjang sebagai batu loncatan yang sewaktu-waktu bisa ditinggalkan seenaknya. Lalu apakah ini tidak mencederai rasa dan nalar kita sebagai mahasiswa? Apakah kita masih merasa bahwasannya ini hanya tindakan yang biasa? lalu apakah sikap kita sebagai mahasiswa? apakah kita hanya akan duduk diam saja melihat para pemimpin sibuk dengan siasat selubung yang mementingkan dirinya dan beberapa golongan? Apakah kita hanya diam saja melihat pemimpin yang tak pernah benar-benar memikirkan mahasiswa? Kalau iya, Jadilah Mahasiswa yang pendiam dan pengikut, mahasiswa yang gampang dibodohi dan didekte itulah yang kemudian mereka harapkan demi melanggengkam status quo. ‘Kuliah yang rajin, dan tamat secepatnya dengan perolehan nilai bagus dan siap menyonsong masa depan’. Sungguh nasehat yang menjengkelkan.

Pada konteks ini dibutuhkan sekali mahasiswa yang berani, yang mau menentang resiko demi cita-cita kebaikan, bukan mahasiswa yang hanya diam saja melihat terjadinya kesewenangan yang dilakukan penguasa beserta kroninya. Mahasiswa yang dalam dirinya dipenuhi rasa takut dan membiarkan rasa itu membusuk dalam dirinya hanya akan melanggengkan kekuasaan yang sewenang-wenang. Maka dari itu, kami mengajak seluruh mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang untuk bergabung berjuang bersama kami dalam Komite aksi yang akan berupaya menggugat tindakan-tindakan yang mempermainkan rasa kepercayaan dan nalar kita sabagai mahasiswa dengan menandatangani petisi dibawah ini sebagai bentuk kepedulian kepada aksi dan masa depan institusi. Mari seluruh mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang bangun dari tidur panjangnya dan mulai menghidupkan NYALA KEBERANIAN untuk menentang kesewenangan yang terjadi.