Biaya pendidikan kampus UNUGHA Cilacap di masa pandemi selangit

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
#HidupMahasiswa

Proses pendidikan di indonesia seharusnya sesuai dengan tujuan yang terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun yang terjadi justru tidak mencerminkan bahwa proses pendidikan di indonesia itu bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini dibuktikan dengan banyaknya praktek kapitalisasi yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi khususnya di UNUGHA Cilacap.

Pendidikan adalah pondasi penting bagi kemajuan suatu Bangsa dan setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak hal ini demi keberlangsungan proses pendidikan yang ideal.

Di masa pandemi ini substansi pendidikan seolah-olah dilupakan oleh Birokrasi kampus UNUGHA Cilacap. antara lain hal-hal yang kami temukan sebagai berikut :

1. Besaran SPP dengan dibenturkannya Pandemi seharusnya kampus lebih bijaksana dalam menyesuaikan dengan kondisi ekonomi Mahasiswa, namun kampus UNUGHA Cilacap tetap mematok besaran SPP dengan jumlah yang sama tanpa ada potongan sama sekali, idealnya dengan tidak adanya kegiatan belajar mengajar (tatap muka) di kampus maka harusnya ada penurunan, penyesuaian biaya operasional pembelajaran peningkatan sarana & prasarana yang langsung dirasakan oleh Mahasiswa dan tidak adanya transparansi terkait laporan keuangan kampus UNUGHA Cilacap.

2. Memperhatikan poin 1 terkait SPP dengan pembelajaran jarak jauh dan besaran SPP yang tidak berubah namun tidak disertai pemberian subsidi kuota internet yang merata ke semua Mahasiswa.

3. Menurut UU GURU dan Dosen pasal 60 2005 dalam melaksankan tugas  keprofresianalan, dosen berkewajiban :

  1. melaksanakan pendidikan,penelitian dan pengabdian pada masyarakat
  2. Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
  3. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan
  4. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosio-ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
  5. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik, serta nilai-nilai Agama dan etika.

Namun realitas yang terjadi sistem Pembelajaran jarak jauh tidak memiliki output yang jelas, sehingga kegiatan perkuliahan menjadi carut-marut dan tidak efektif, dengan Dosen yang tidak benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan tugas profesionalnya, seperti banyak dosen yang tidak pernah mengampu mata kuliah selama PJJ ( Semester Ganjil 2020) dan Dosen seringkali menggunakan Hak prerogatif dalam mengambil keputusan yang sangat merugikan Mahasiswa seperti melakukan kegiatan pungli dan mengancam nilai Mahasiswa.

4. Selama 3 tahun terakhir Perpustakaan UNUGHA Cilacap tidak ada perkembangan terkait penambahan buku atau referensi sehingga Mahasiswa sangat kesulitan dalam mencari literatur untuk mendukung perkuliahan di 7 ( Tujuh) Fakultas.

5. Terjadinya Pungutan Liar terkait Beasiswa KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang sangat memberatkan Mahasiswa dengan mengatasnamakan WAKAF, SODAQOH, INFAQ Kampus terkesan mewajibkan ke setiap mahasiswa untuk membayar sebesar Rp 300,000, Bahwa setiap pungutan di luar tagihan Administrasi kampus tanpa kesepakatan Mahasiswa adalah PUNGLI.

MAKA KAMI ALIANSI MAHASISWA UNUGHA BERSATU (AMUB) MENUNTUT KAMPUS UNUGHA CILACAP :

  1. MENURUNKAN BESARAN BIAYA SPP SEBESAR 40%
  2. MEMBERIKAN SUBSIDI KUOTA INTERNET KE SELURUH MAHASISWA SEBELUM PERKULIAHAN SEMESTER GENAP DIMULAI.
  3. MENINDAK TEGAS OKNUM DOSEN YANG TIDAK MELAKSANAKAN TUGASNYA SECARA PROFESIONAL DAN MENYALAHGUNAKAN WEWENANG
  4. MENAMBAH LITERATUR PERPUSTAKAAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DISIPLIN ILMU FAKULTAS MASING-MASING.
  5. MENGEMBALIKAN PUNGUTAN LIAR DILUAR TAGIHAN ADMINISTRASI KAMPUS.

 

#HidupMahasiswa
Wassalamu'alaikum Warokhmatullohi Wabarokatuh