Tolak penetapan UKT Unsrat melalui sistem online!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kita tahu bersama bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali di Provinsi Sulawesi Utara. Besar harapan dari orang tua agar anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak sesuai amanat kemerdekaan yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa.


Semua itu tidak terlepas dari yang namanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta setelah tamat Sekolah Menengah Atas. Namun terkadang, niat untuk menyekolahkan anak-anak mereka bisa saja pudar hanya karena biaya untuk mendapatkan pendidikan cukup mahal, dan tidak sebanding dengan penghasilan orang tua.


Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) salah satunya. Unsrat yang terkenal dengan motto "Sitou Timou Tumou Tou" yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan orang lain, mengalami perubahan dari segi penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pada tahun 2019, UNSRAT merubah sistem penetapan biaya UKT dari manual (penetapan secara tatap muka untuk negosiasi) ke sistem yang berbasis online (tanpa tatap muka dan negosiasi). 


Hal ini membuat resah orang tua wali yang telah mendaftarkan anak-anak mereka ke Unsrat dengan alasan UKT cukup mahal. Sebab, UKT ditetapkan secara online sesuai berkas yang kita unggah secara online pula. Dan ini bukan solusi untuk mendapatkan keadilan biaya kuliah di Unsrat seperti yang dikatakan oleh Humas Rektorat Unsrat Manado, sebagaimana dilansir dari mangunipost.com. Sebab, berkas yang diunggah oleh calon mahasiswa baru itu, tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi keluarga pendaftar. Juga tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan Unsrat seperti yang dikatakan alumni Fisip Unsrat, Epafras Tuidano S.IP kepada tim mangunipost.com.


Kalau sudah seperti ini, dengan keresahan yang dirasakan oleh orang tua wali terhadap UKT Unsrat, dikemanakan motto "Sitou Timou Tumou Tou"? Unsrat seperti mencekik secara perlahan namun pasti. Ujungnya berdampak pada masyarakat yang memiliki anak untuk di kuliahkan.


Jangan biarkan sistem merusak keinginan setiap pemuda dan pemudi untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi!!

Kami perwakilan dari HMI-MPO Cabang Manado, menolak penetapan biaya UKT melalui sistem Online!


Kami meminta agar Rektor Unsrat, Prof.Dr.Ir. Ellen Joan Kumaat,M.Sc.,DEA untuk lebih bijak lagi terhadap persoalan ini. Yang dampaknya cukup besar terhadap pemuda dan pemudi yang berkeingin mendapatkan pendidikan sebagaimana amanat kemerdekaan. 


TOLAK SISTEM ONLINE PADA PENETAPAN UKT!!!