Rektor UNNES, cabut skorsing Julio!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Julio Belnanda Harianja, diberhentikan sementara (skorsing) karena melakukan Aksi Tolak Uang Pangkal pada 4 Juni – 7 Juni 2018. Surat tersebut dia terima pada Senin, 9 Juli 2018 tepatnya pukul 16.30 WIB.

Dasar pertimbangan keputusan rektor tersebut ialah pada perihal menimbang huruf b yang menyatakan: bahwa mahasiswa atas nama Julio Belnanda Harianja (NIM 8111413242) diduga keras telah melakukan pelanggaran berat berupa memicu dan/atau mengahasut yang menimbulkan keonaran sehingga melanggar ketentuan dalam pasal 8 ayat (3) huruf o, Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2016 tentang Etika dan Tata Tertib Mahasiswa Universitas Negeri Semarang.

Pertimbangan tersebut tidak berdasar karena Julio Belnanda Harianja tidak pernah melakukan sidang etik dan dimintai klarfikasi dari yang bersangkutan tentang apa yang dituduhkan. Pelanggaran etika tidak disebutkan dengan jelas dalam surat keputusan tersebut yang menyatakan perbuatan Julio Belnanda Harianja mana yang memenuhi unsur pelanggaran etika dan tidak sesuai dengan Peraturan Rektor Unnes Nomor 19 tahun 2016 tentang Etika dan Tata Tertib Mahasiswa Unnes yang pada Bab VI Dewan Etika Mahasiswa dan Prosedur Penyelesaian Masalah, yang pada prinsipnya mengatur tentang prosedur sidang etik mahasiswa dan Dewan Etika.

Apa yang dilakukan Julio Belnanda Harianja adalah bagian dari ratusan mahasiswa UNNES yang melakukan Aksi Tolak Uang Pangkal yang diterapkan UNNES kepada calon mahasiswa baru. Bahwa tindakan yang dilakukan Unnes dengan mengeluarkan Surat Keputusan Rektor Unnes Nomor 304/P/2018 tentang Pemberian Sanksi Akdemik Bagi Mahasiswa Julio Belnanda Harianja Program Studi Ilmu Hukum S1 Fakultas Hukum Unnes adalah tindakan pembungkaman ruang demokrasi. Karena ketika Mahasiswa UNNES melakukan penyampaian pendapat dimuka umum berupa Aksi Tolak Uang Pangkal pada tanggal 4 sampai 7 Juni 2018, pihak UNNES tidak mau menemui massa aksi sama sekali untuk berdialog. Pada hari terakhir tindakan represi pun terjadi dimana beberapa oknum melakukan pelecehan terhadap massa aksi perempuan, bahkan menabrak salah satu massa aksi dan melakukan intimidasi dengan mengancam mahasiswa dan pemanggilan orang tua.

Melihat tindakan intimidasi dan represi yang dilakukan pihak UNNES, dari mahasiswa akhirnya melakukanpelaporan kepada Komnas HAM untuk meminta rekomendasi terhadap tindakan represi dan intimidasi yang terjadi di UNNES, terkait 3 mahasiswa yang disidang etik, dimana satu diantaranya sudah diskorsing; beberapa mahasiswa lain yang direpresi dan diintimidasi. Namun, Pihak UNNES mengeluarkan keputusan lebih dahulu sebelum rekomendasi dari  Komnas HAM keluar.

Maka dari itu kami menuntut kepada Rektor UNNES (Prof.Dr.Fathur Rokhman M.Hum) untuk:

1.      Mencabut SK Pemberhentian sementara (Skorsing) atas nama Julio Belnanda Harianja

2.      2.Menghentikan segala bentuk upaya represifitas dan intimidasi

3.      3.Menjaga iklim berdemokrasi, menerima kritik mahasiswa secara dewasa dan tidak reaktif merespon tindakan-tindakan mahasiswa

 

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata LAWAN!

 – Wiji thukul

Narahubung : 0856 4735 2984 (Milea)

 



Hari ini: Mahasiswa Unnes mengandalkanmu

Mahasiswa Unnes membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Rektor UNNES: Rektor UNNES, cabut skorsing Julio!". Bergabunglah dengan Mahasiswa Unnes dan 1.269 pendukung lainnya hari ini.