Potong biaya SPP dan permudah syarat pengisian KRS

Potong biaya SPP dan permudah syarat pengisian KRS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.
Dengan 5.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin untuk diliput oleh media lokal!

UTY Bergerak memulai petisi ini kepada Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta dan

POTONG SPP SEBESAR 50%

 

Ditengah keadaan pandemi Covid-19 saat ini dan kondisi pertumbuhan perkonomian Indonesia yang kini mengalami resesi pada akhirnya berdampak pada seluruh sendi-sendi roda perekonomian. Tentunya berdampak kepada seluruh pekerja yang semula bekerja namun karena Covid-19 akhinya mereka dirumahkan atau di PHK secara tidak langsung. Dampak ini pun akhirnya dirasakan oleh mereka yang memiliki tanggungan atau keluarga yang memerlukan biaya besar untuk sekolah atau kuliah. Disaat keadaan seperti ini pun, Universitas Teknologi Yogyakarta mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor : 355/UTY-R/SE/0/VIII/2020 perihal Pembayaran SPP Tetap untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021. Dalam surat tersebut pihak UTY menyampaikan bahwasanya mahasiswa diharuskan untuk membayar SPP Tetap untuk semester ganjil 2020/2021 ditambah dengan pembayaran sebelumnya yang belum dilunasi.

Sementara itu, SPP yang harus dibayarkan sesuai dengan prodi dan fakultas tiap angkatan yang sedari awal sudah disepakati namun bedanya untuk saat ini UTY hanya memberikan subsidi dana sehat sebesar Rp60.000 yang biasanya setiap semester harus dibayar selain itu pembayaran yang sebelumnya belum dilunasi harus segera dilunasi. Surat Edaran ini sendiri dikeluarkan pada 6 Agustus 2020 dengan ditandatangani oleh rector dan jadwal pembayarannya paling lambat pada tanggal 14 Agustus 2020. Hal ini tentunya terkesan mendadak serta tidak ada potongan sama sekali perihal SPP, padahal perkuliahan untuk semester depan masih daring dan tidak diberlangsungkannya kuliah tatap muka.

Oleh karena itu, kami selaku Mahasiswa UTY ingin SPP kami dipotong sebesar 50% mengingat keadaan perekonomian yang belum pulih dan tidak semua dari mahasiswa UTY ini adalah golongan keluarga yang mampu secara finansial di masa seperti ini terlebih Surat Edaran yang dikeluarkan sangat mendadak dan tak ada kelibatan mahasiswa dalam membuat kebijakan terkait dengan keuangan serta pembayaran SPP.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.
Dengan 5.000 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin untuk diliput oleh media lokal!