TURUNKAN UKT

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Teringat Jelas ditahun 2013 dikeluarkan aturan Permendikbud no 55 tahun 2013. Yang mengubah sistem SPP menjadi sistem Uang Kuliah tunggal, kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga, dan keseluruhan biaya sudah dibebankan di sistem UKT.

 

 

 

Sedari awal kebijakan ini terkesan prematur untuk diberlakukan dimana diawal ada kecacatan dalam pelaksanaannya, besaran biaya UKT dipukul rata. Maka terjadi gejolak dan aksi massa penolakan dari kawan-kawan mahasiswa ditahun 2020 dimasa Pandemi Covid-19, baru kemudian berbuah hasil dibukanya ruang pengajuan penurunan UKT.

 

Menyikapi gelombang aksi mahasiswa yang terus terjadi di hampir seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia terkait kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang memberatkan Mahasiswa a, selain itu kesaksian langsung dari mahasiswa yang menjadi korban dan merasakan tingginya biaya UKT yang tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarganya, juga kebijakan Kampus yang tidak terbuka dalam menetapkan besaran UKT, maka kami atas nama mahasiswa yang mencoba peduli mengusung PETISI HAPUS SISTEM UANG KULIAH TUNGGAL (UKT). Karena sampai hari ini kebijakan UKT tidak sesuai dengan cita-cita awal (memberi kesempatan seluas-luasnya pada anak bangsa untuk kuliah dan biaya kuliah disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga).

 

Menandatangani Petisi Ini Berarti Anda Membantu Mahasiswa yang Besaran UKT nya Tidak Sesuai dengan Kemampuan Ekonomi Keluarganya. Hidup Mahasiswa! Hapus Sistem UKT! Jayalah Pendidikan Indonesia.