Pembebasan UKT Semester Depan Untuk Semua Grade UKT Adalah Bagian dari Reformasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pandemi covid 19 yang telah terjadi menyebabkan lockdown great economics di dunia khususny di Indonesia. Akibatnya banyak sektor sektor produksi dan perdagangan yang terhenti diikuti dengan penurunan daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang bersandar pada konsumsi masyarakat juga merosot. Hal ini kemudian menciptakan krisis yang berdampak pada sosial ekonomi masyarakat dimana masyarakay dilema antara pemenuhan untuk kebutuhan sehari hari dengan intensitas alat kesehatan untuk melindungi diri dan ketiadaan sosialisasi covid 19 yang memadai dari pemerintah.

Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bergantung pada sektor pariwisata dan pertanian, tentunya mengalami kesulitan pada aspek ekonomi sejak diberlakukan lockdown di NTB, dimana pihak yang terkena dampak paling besar adalah masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah, baik masyarakat yang bekerja di sektor pemerintah maupun non pemerintah.

Salah satu sektor yang merasakan dampak pandemi ini adalah sektor pendidikan di NTB, terutama perguruan tinggi baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS) dikarenakan mahalnya biaya kuliah dan diperburuk dengan adanya pandemi ini. Salah satu perguruan tinggi negeri yang terkena dampak langsung adalah Universitas Mataram dengan ketiadaan kebijakan universitas Mataram untuk pembebasan pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) semester ganjil dengan melihat keadaan  ekonomi secara real.

Oleh karena itu  terkait dengan hari reformasi yang jatuh pada tanggal  21 mei, kami membuat petisi ini untuk menuntut hak hak mahasiswa agar meringankan beban ekonomi yang mereka hadapi dan sebagai kritik terhadap reformasi saat ini atau dapat dikatakan "Reformasi Ambyar", dimana mahasiswa adalah penyokong perjuangan rakyat dan bukan agen agen yang memisahkan diri dari problem masyrakat dan meninggikan diri di menara gading.

Maka kami dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) ranting UNRAM dan PUSKEBA (Pusat Kebudayaan Baru) Mataram menyampaikan aspirasi :

Mengingat :
1. Surat Edaran yang dikeluarkan tertanda 8 Mei 2020 masih jauh dari aspirasi mahasiswa
2. KKN yang tetap dilaksanakan hanya berbasis panduan tidak ada jaminan dilapangan dan tidak ada sosialisasi pada orang tua mahasiswa
3. Masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan subsidi kuota sampai dengan sekarang
Menimbang :
1. Keadaan dari orang tua mahasiswa yang latar belakang nya adalah kaum tani saat ini susah untuk menjual hasil panen akibat dari pasar tradisional yang ditutup, selain itu harga komoditas yang jatuh secara drastis
2. Pembebasan UKT untuk Grade 1 dan 2 masih tebang pilih
3. Sistem banding UKT yang sudah diajukan banyak yang ditolak dan menyatakan sudah sesuai tidak berdasarkan pada rasa keadilan ekonomi
Menuntut :
1. Bebaskan UKT Semester Depan Untuk Semua Grade UKT
2. Subsidi Kuota Tidak merata, Mahasiswa menuntut pemerataan Subsidi kuota.
3. Hentikan Segala Bentuk Lini Bisnis Atas Nama Tes Kesehatan
4. Permudah Mahasiswa Akhir Baik Ujian Proposal dan Skripsi
5. Nilai Minimal B pada Semester ini
6. Jamin Mahasiswa KKN Semester ini baik secara nilai dan kesehatan, bukan hanya sekedar protokol dari panduan KKN