Desak UIN RIL turunkan UKT 50%

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Kronologi :

- 06 April 2020, Kemenag Dirjen Pendis mengeluarkan surat edaran bernomor surat B-752/DJ. 1/HM. 00/04/2020 tentang pengurangan UKT minimal sebesar 10%

- 13 April 2020,  Forum Pimpinan PTKIN mengusulkan kepada Kemenag dalam surat bernomor 18/Forum-PTKIN-IV-2020 tentang pencabutan kembali surat edaran Dirjen Pendis no B-752/DJ. 1/HM. 00/04/2020 tentang pengurangan UKT/SPP PTKIN

- 20 April 2020, Kemenag mencabut kembali surat edarannya sendiri dengan membatalkan kebijakan pengurangan UKT dalam surat bernomor B-802/ DJ. I/PP. 00. 9/04/2020 

Pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan bagi semua sektor, baik sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan sebagainya. Sektor paling fundamental yang terkena efek virus ini adalah sektor ekonomi, terutama ekonomi masyarakat kelas bawah. Bayangkan saja dampak ketika penggiat usaha mikro omzetnya menurun, petani jagung, karet dan sawit dengan harga perkilogram dibawah standar, ojek online yang tidak lagi mendapatkan orderan seperti biasa, peternak dengan menurunnya harga ternak, pemulung tak lagi ada tempat penjualan hasil pulungannya, supir angkot tak lagi mendapatkan penumpang, buruh dan pekerja banyak di PHK, petani sayuran dengan harga pasar yang menurun dan sebagainya, yang kemungkinan beberapa atau sebagian besar orangtua dari kita memiliki profil pekerjaan seperti di atas.

Aktifitas ekonomi secara keseluruhan lumpuh dan masyarakat akhirnya hanya bisa pasrah, sebagian mengharapkan uluran tangan dari swasta maupun pemerintah untuk bertahan hidup. Ini merupakan fenomena sosial yang tidak terelakkan, sebuah keterpurukan ekonomi. Oleh karena itu, kami Aliansi Solidaritas Mahasiswa UIN RIL menuntut :

Pihak birokrasi UIN Raden Intan Lampung untuk mengusulkan kembali kepada seluruh pimpinan PTKIN se-Indonesia untuk secara kolektif mendesak Kementrian Agama mencabut kembali surat edarannya tentang pembatalan pengurangan UKT, dengan mempertimbangkan alasan kemanusiaan, yaitu keadaan ekonomi orangtua mahasiswa/mahasiswa yang terkena dampak virus Covid-19.

Demikian tuntutan kami agar dapat didengar dan direalisasikan.

Sahabat-sahabat seluruh mahasiswa UIN, kami minta untuk menandatangani petisi ini, karna kami meyakini bahwa sebagian besar dari kita punya keresahan yang sama saat ini.


Hidup Mahasiswa!