Tolak UKT Penuh semester 9 ke atas!!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tahun 2013 dikeluarkan aturan Permendikbud no 55 tahun 2013. Yang mengubah sistem SPP menjadi sistem Uang Kuliah tunggal, kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga, dan keseluruhan biaya sudah dibebankan di sistem UKT.

Sedari awal kebijakan ini terkesan prematur untuk diberlakukan dimana di awal ada kecacatan dalam penerapannya, seharusnya sistem ini diterapkan di awal tahun ajaran namun UIN Alauddin Makassar menerapkan sistem UKT saat mahasiswa angkatan 2013 memasuki semester 2.

Secara regulasi biaya UKT diperhitungkan untuk 8 semester saja, dan dari beberapa hasil kajian mahasiswa terkait mayoritas mahasiswa yang tinggal merampungkan skripsi saja diusulkan untuk penurunan biaya UKT sebesar 50% begitupula mahasiswa yang hanya mengulangi beberapa mata kuliah harus membayar sesuai SKS yang diambil dan mahasiswa yang hanya menunggu masa wisuda.

Jika dibeberapa universitas seperti UNS, UB, MUSAMUS, UNJ dan UGM yang rata-rata mendapatkan penurunan sebesar 50%, dan jalan yang ditempuh berbeda-beda ada juga yang harus mengerahkan aksi massa hingga berbuah hasil manis.

Kewajiban kita selama ini sudah tertunaikan, jadi selayaknya kita mendaptkan HAK kita.
Perjuangan belum usai, kalau boleh mengutip perkataan Widji Thukul “Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, hanya ada satu kata LAWAN”

Hidup Mahasiswa!

#UKTbukanSeUmurHidup
#TolakUKTPENUHSemester9keatas
#NormalisasiKebijakanKampus



Hari ini: Sentil mengandalkanmu

Sentil Ukate membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Rektor UIN Alauddin Makassar: Tolak UKT Penuh semester 9 ke atas!!!". Bergabunglah dengan Sentil dan 93 pendukung lainnya hari ini.