Tolak Pelarangan Aktivitas Malam UIN Alauddin Makassar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Di era demokratis ini segala bentuk kegiatan yang memberikan dampak positif  diperbolehkan dan dilindungi oleh Undang-Undang. Dalam lingkup kampus, segala bentuk aktivitas baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler adalah suatu bentuk kegiatan untuk menumbuhkembangkan khazanah ilmu pengetahuan dan kreativitas dari mahasiswa. Oleh karenanya pihak kampus dalam hal ini pimpinan memfasilitasi ruang yang dapat memantik perkembangan potensi mahasiswa khususnya di UIN Alauddin Makassar. Bukan justru sebaliknya, pihak kampus mengeluarkan surat edaran perihal larangan aktivitas yang mengganggu proses pengolahan potensi mahasiswa, yakni pelarangan aktivitas malam. Kendati demikian, larangan aktivitas malam sebenarnya masih dapat dilakukan dengan seizin pimpinan melalui mekanisme persuratan namun hal demikian bukanlah menjadi solusi yang bijak karena aktivitas malam tidak hanya dilakukan oleh Lembaga kemahasiswaan melainkan seluruh mahasiswa. Mungkinkah jika beberapa Lembaga atau mahasiswa menyurat untuk beraktivitas malam mampu diakomodir? Tentu tidak.

Kampus sebagai wadah pengolahan potensi mahasiswa melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sebagai penyokong Pendidikan tentunya persoalan larangan aktivitas malam merupakan ihwal yang tidak sinkron dengan cita-cita Pendidikan itu sendiri. Antara intrakurikuler dan ekstrakurikuler adalah hal yang telah menjadi keharusan untuk diindahkan. Kita ketahui, intrakurikuler dilaksanakan pada pagi-sore hari (masa perkuliahan) sementara pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang di luar daripada kurikulum hanya mampu dilaksanakan pada malam hari. Keduanya harus terlaksana beriringan. Jika kebijakan pelarangan aktivitas malam di kampus dikeluarkan maka secara otomatis satu dari dua kegiatan pendukung proses Pendidikan tidak terealisasi dengan baik.

Hal demikian tentu kontradiksi terhadap apa yang diatur dalam UU No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pasal 4 (b) dan pasal 14 ayat 1, begitupula dengan Statuta UIN Alauddin Makassar pasal 66 (b) dan pasal 68. Empat pasal dari kedua aturan tersebut saling mendukung satu sama lain dan secara tersirat tidak mendukung pelarangan aktivitas malam sebagai ruang pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Maka hal tersebut melegitimasi kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga intra maupun Lembaga ekstra kampus sebagai bentuk Pendidikan. Namun, pelarangan aktivitas jam malam yang dikeluarkan oleh rektor tidak memperhatikan hal tersebut dan melihat kondisi mahasiswa yang tinggal dalam asrama kampus

Pimpinan UIN Alauddin Makassar telah mengeluarkan Surat Instruksi dan Surat Edaran terkait pelarangan aktivitas malam. Dari Surat Edaran B/8/0/Un.06.I/PP.009/10/2019, Statuta menjadi salah satu dasar kebijakan pada konsideren mengingat sementara di atas telah dijelaskan dua pasal dalam statuta tidak mengindahkan pelarangan aktivitas malam. Artinya, dari segi aturan pelarangan aktivitas malam kontradiksi dengan beberapa aturan perundang-undangan. 

Penerbitan surat edaran tersebut dapat mematikan minat dan bakat serta nalar kritis dari mahasiswa, dikarenakan tidak dapat lagi melakukan aktivitas pada malam hari di dalam kampus, yang bertagline sebagai Kampus Peradaban. Yang namanya peradaban tentu akan jumud jika di dalamnya terdapat pembungkaman kreativitas. Di sisi lain, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler mahasiswa tentu menjadi salah satu indikator dalam mencapai atau mempertahankan mutu Pendidikan dalam perguruan tinggi.

Oleh karena itu, salah satu bagian ultim Pendidikan adalah pengembangan kreativitas, maka perlu adanya kegiatan pada malam hari untuk membangun kreativitas tersebut sekaligus ruang implementasi kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, pengambilan kebijakan pelarangan aktivitas malam dinilai tidak demokratis karena Lembaga kemahasiswaan ataupun mahasiswa tidak dilibatkan. Dari hasil pertimbangan itu, sebuah keharusan tentunya bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk menyatukan simpul juang dan bergerak bersama dalam mengawal dan menolak pelarangan aktivitas malam di kampus. Aturan yang bengkok harus diluruskan. Sejatinya, sebuah aturan bukanlah takdir yang tidak dapat diubah maka dari itu sudah saatnya Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Melawan Takdir.