DITENGAH PANDEMI. UBM CARE GAK SIH?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia telah berimbas kesegala lini, terutama dalam aspek pendidikan. Himbauan terkait bekerja atau belajar dari rumah serta social distancing berdampak besar terhadap kegiatan perkuliahan. Terutama bagi kita dan seluruh teman-teman mahasiswa. Saat ini kita tidak bisa menggunakan secara utuh gedung, kelas dan lain sebagainya yang termasuk kedalam fasilitas perkuliahan di kampus selama semester genap perkuliahan berjalan. Sangat disayangkan, padahal kita telah membayar seluruh kewajiban kita sebagai mahasiswa dalam pelunasan uang perkuliahan semester genap ini. Bahkan, tidak terasa kita kini berada hampir dipenghujung semester, namun kita belum merasakan adanya kebijakan dari kampus yang dinilai memperdulikan situasi dan kondisi mahasiswa.  Disaat perang melawan wabah adalah prioritas, akan tetapi kita tidak merasakan dukungan dan kebihakan perkuliahan yang pantas.

Tentunya pandemi ini mempengaruhi aktivitas pekerja yang mencari mata pencaharian guna menghidupi diri sendiri ataupun keluarga. Tak sedikit pula sebagian dari hasil pencaharian digunakan untuk membiaya pendidikan diri sendiri atau sanak – saudara. Dulunya mungkin semuanya berjalan normal, akan tetapi dengan adanya pandemi telah mengubah segalanya. Sebagian dari mereka yang mencari pencaharian ada yang berkurang pemasukannya, bahkan tidak menutup kemungkinan terdapat pula yang diputuskan hubungan kerjanya (PHK). Hal tersebut tidak mematahkan semangat untuk membiayai kepentingan pendidikan, akan tetapi mematahkan realita untuk menempuh pendidikan. 

Dengan kedua situasi tersebut, pihak kampus seolah tidak memperdulikan situasi yang terjadi saat ini. Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) tidak dikondisikan dengan kedual situasi yang sedang terjadi. Bahkan sebagian dari kita ada yang tetap dikenakan denda karena keterlambatan. Sejauh ini  program yang diberikan oleh pihak universitas adalah pembayaran dengan metode cicilan yang dimana tidak disebarkan secara umum kepada mahasiswa. Proses pengajuan yang belum jelas dan tidak di komunikasikan lebih lanjut membuat mahasiswa kebingungan mengenai program pembayaran cicilan. Padahal, ini merupakan salah satu contoh program yang bisa diberikan kepada mahasiswa dan sebagai bentuk kepedulian kondisi mahasiswa YANG ekonominya terpukul akibat pandemi. 

Untuk itu, melalui petisi ini kami mahasiswa Universitas Bunda Mulia meminta untuk diberikan keringanan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dimana mengacu kepada kedua kondisi yang disebutkan di atas secara adil dan bijak. Selain itu, kami meminta pula kepada pihak Universitas untuk memberikan subsidi kepada mahasiswa yang melakukan program perkuliahan jarak jauh dimana mengingat tidak semua dari mahasiswa memiliki jaringan internet yang memadai dan memerlukan biaya yang ditanggung secara pribadi dalam pelaksanaan perkuliahan jarak jauh. Dengan mengalokasikan besaran dana penghematan atas biaya operasional, biaya pemasaran, dan biaya yang terhematkan selama pandemi terjadi, kami rasa pihak Universitas Bunda Mulia dapat memenuhi hal tersebut

Menandatangani petisi ini berarti anda telah membantu dan mendukung hal ini diminta kepada Universitas Bunda Mulia supaya mahasiswa merasa diperhatikan hak dan kewajibannya dalam menuntut ilmu pada jenjang perkuliahan.

HIDUP MAHASISWA !

WE CARE UBM. UBM JUGA HARUS CARE