CABUT SK DO Nuralamsyah DKK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Atas nama ilmu pengetahuan dan keutuhan demokrasi di Indonesia, dimana tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana tertuang dalam konstitusi. Namun realisasi dari amanat Undang-Undang Dasar 1945 tersebut terbilang masih sangat lemah, terutama pada salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Sinjai.

Seperti yang dialami Nuralamsyah, mahasiswa Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai, Sulawesi Selatan.

Nuralamsyah adalah salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Hukum Islam (FEHI), yang diberhentikan secara tidak terhormat atau Drop Out (DO) lantaran protes atas kebijakan kampus yang dinilainya tidak berpihak pada mahasiswa.

Nuralamsyah, memprotes kebijakan kampusnya yakni pembayaran kartu ujian yang dinilai terlalu mahal dan tidak transparan. Dengan pembayaran administrasi sebesar Rp.80.000 rupiah, menurut Nuralamsyah adalah terlalu mahal. Sehingga ia beserta beberapa rekannya protes dengan melakukan aksi di halaman kampusnya, pada Selasa(15/1/2019) lalu.

Karena protes, tiba-tiba Nuralamsyah mendapat surat pemberhentian atau DO dari kampusnya, IAIM Sinjai, Senin (28/1/19), dimana sebelumnya tidak ada surat peringatan, baik berupa lisan maupun tulisan. Sehingga kami menilai, hal tersebut adalah tindakan yang sungguh tidak masuk akal. Selain menciderai hak berekspresi, juga merupakan pembungkaman demokrasi di kampus.

Olehya itu, kami sebagai mahsiswa yang masih berpikir akan perubahan dan cinta keadilan mengecam tindakan pihak kampus IAIM Sinjai, dan kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk terlibat andil dalam pembunuhan demokrasi yang terjadi di kampus IAIM di Kabupaten Sinjai.

Atas nama solidaritas mahasiswa Indonesia, dengan ini kami menuntut:

1. copot rektor IAIM Sinjai

2. buka ruang demokrasi

3. cabut surat Pemberhentian/DO terhadap Nuralamsyah.

Demikian seruan aksi ini, sebab kami percaya bahwa kekuatan mahasiswa mampu merubah kedzaliman menjadi lebih baik lewat solidarita