Cabut SK Skorsing dan buka seluas Luasnya Pengelolaan Anggaran di Kampus UMI Makassar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Situasi perguruan tinggi semakin ke sini, tidak ubah seperti Momok dan monster bagi Mahasiswa dan Orang tua Mahasiswa. Pasalnya perguruan tinggi atau Kampus di amanahkan dalam cita-cita konstitusi untuk mendorong kemajuan peradaban suatu bangsa, oleh karenanya Kampus/perguruan tinggi menjadi Satu satunya Saluran Formal bagi Industri pengetahuan, pengembangan Diri, dan alat pembebasan dari Kenaifan menjadi kritis terhadap pelbagai situasi Suatu bangsa. Namun, disisi lain. Kampus berpotensial menjadi sarang bagi praktek korupsi dan Praktek Otoritarianisme. Kedua hal itu tak bisa dilepas pisahkan. Ketika mahasiswa protes mengenai pengelolaan Anggaran kampus yang tidak transparan, serta ketidak berimbangan antara pembayaran biaya kuliah yang melangit dengan Sarana dan prasarana yang ada, Maka pola yang di gunakan Birokrat Kampus untuk menyelamatkan diri dari dugaan korup adalah Menskors-Do bahkan mengkriminalisasi Mahasiswa.  Fakta diatas  sementara dialami oleh Kedua kawan-Kawan kami di Universitas Muslim Indonesia, tepatnya Fakultas Hukum. Masing masing atas Nama Fikram maulana mahasiswa Akhir angkatan 2014 dan Andi fajar agusnawan Mahasiswa angkatan 2015. Kedua Mahasiswa tersebut, Di Skorsing dan ada upaya Men-Drop Out Apabila ada Aksi memprotes  SK skorsing yang dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Hukum UMI (Sesuai Frasa dalam SK Skorsing). Kedua mahasiswa tersebut, di skorsing  akibat mempertanyakan Alokasi anggaran di Fakultas Hukum, berkaitan dengan dana Pengembangan mahasiswa/fakultas dan tuntutan keterlibatan mahasiswa dalam perumusan kebijakan lingkup kampus/universitad. Kasus diatas, sementara menjadi trend secara UMUM di hampir seluruh Universitas dan kampus-kampus lainnya. Fakultas hukum yang seyogyanya menjadi andil dlam menegakkan Supremasi--Pemberantasan Korupsi dan Pemenuhan HAK Sipol bagi warga negara, Justru jauh dari Kemampuan teori teori yang di Ladeni setiap saat di bangku akademik.



Hari ini: SOLIDARITAS UNTUK MAHASISWA FH UMI mengandalkanmu

SOLIDARITAS UNTUK MAHASISWA FH UMI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Rektor dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia: Cabut SK Skorsing dan buka seluas Luasnya Pengelolaan Anggaran di Kampus UMI Makassar". Bergabunglah dengan SOLIDARITAS UNTUK MAHASISWA FH UMI dan 729 pendukung lainnya hari ini.