Rakyat Papua Boikot pilkada serentak 2019 Di seluruh territorial west papua

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Tujuan dari petisi ini adalah untuk menolak segala aktivitas politik di Papua oleh Indonesia selama status politik Papua belum jelas dibawah payung hukum Internasional.

“Pilkada serentak tahun 2019 adalah alat paksa kekuasaan kolonial Indonesia dalam mencari legitimasi politik rakyat West Papua. Pilkada bukan kehendak politik rakyat Papua, tetapi kehendak politik penguasa kolonial Indonesia”.

Oleh karenanya rakyat Papua dipaksa ikut serta dalam propoganda Indonesia sedangkan faktanya hari ini orang Papua menuju kepunaan.

“Rakyat Papua yang sementara dipaksa masuk ikut serta dalam euforia Pilkada adalah korban dari propaganda dan janji-janji utopia dari penguasa kolonial Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa uang, kedudukan dan kehormatan dalam kekuasaan Indonesia hanyalah jalan pendek menuju kehancuran bangsa Papua,”.

“Tidak ada demokrasi yang sejati dalam Pilkada. Sebab, demokrasi dalam wilayah terjajah hanyalah milik kepentingan kolonialisme. Tidak dari, oleh dan untuk rakyat Papua. Sebab fakta kedaulatan Papua ada di tangan penguasa kolonial, bukan di tangan rakyat papua,”.

Dengan menyampaikan petisi ini kepada rakyat Papua harapan kami akan Besar kepada warga Papua untuk tidak jadi objek politik tapi
harus berjuang untuk penentuan nasib sendiri.

“Karenanya, kami sampaikan kepada rakyat Papua bahwa kita bukanlah objek politik kolonialisme Indonesia. Kita adalah bangsa yang sedang memperjuangkan nasib politik, hukum dan demokrasi melalui hak penentuan nasib sendiri. Sebab Pepera 1969, tidak secara sah menempatkan kami selaku subjek hukum dan politik yang sah dalam negara Republik Indonesia.

Dan akhirnya kami menyampaikan bahwa sukseskan Pilkada tidak dapat merubah nasib hidup orang Papua melainkan nasib orang Papua berada ditangan orang Papua.

“Menyukseskan Pilkada sama sekali tidak akan merubah nasip politik dan demokrasi bangsa Papua dalam Indonesia. Nasib bangsa Papua ada di tangan rakyat yang sadar, bersatu dan lawan kolonialisme Indonesia tanpa kompromi.