Batalkan Merger SDN Jatikarya 1 Kota Bekasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sehubungan dengan perihal merger sekolah dasar maka sebagai
aspirasi dan pengaduan kami selaku orangtua/walimurid SDN Jatikarya 1
mengambil sikap dengan tegas menolak SDN Jatikarya1 yang beralamat di:Jl.
Kelurahan Jatikarya,kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi untuk dimerger.
Pada bulan September 2018 telah dilaksanakan rapat persiapan merger SDN
Jatikarya1 yangpertama,selanjutnya dalam beberapa hari kemudian kami dapat
informasi dari pihak sekolah bahwa dengan adanya keputusan bulat dari para
orangtua/walimurid SDN Jatikarya1 yang menolak dengan tegas untuk sekolah
dimerger maka Rencana merger tersebut ditinjau kembali oleh pemerintah Kota
Bekasi.Namun kemudian pada hari Kamis tanggal18 Oktober 2018 telah
dilaksanakan rapat bertempat di SDNJatikarya1dihadirioleh pejabat UPTD Kota
Bekasi,pejabat kelurahan Jatikarya,pihak sekolah dan seluruh orangtua/walimurid
SDN Jatikarya 1 membahas tentang Tindak Lanjut Merger SDN Jatikarya 1
(percepatan).Dan dengan sikap yang sama serta keputusan yang bulat dari seluruh
orangtua/walimurid SDN Jatikarya1 dengan tegas menolak SDN Jatikarya1untuk
dimerger.
Dengan demikian kami merasa,suara kami selaku masyarakat sekaligus rakyat
tidak didengar dan diperhatikan oleh pemerintah daerah.Dimana alasan yang kami
terima bahwa Rencana merger SDN Jatikarya1dilaksanakan adalah karena SDN
Jatikarya1 jumlah siswanya kurang dari 180 siswa,selanjutnya demi efektivitas dan
efisiensi biaya operasial sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan.Disamping
itu juga alasan dimerger karena kekurangan guru,fasilitas yang kurang memadai,
pembangunan jalan tol Cibitung–Cimanggis yang menjadi pertimbangan keamanan bagi siswa SDN Jatikarya1.

Berdasarkan hal tersebut kami para orangtua/walimurid SDN Jatikarya1 ingin
mengaspirasikan suara,yaitu kami orangtua/walimurid menolak perihal merger SDN Jatikarya1,dengan dasar/pertimbangan:
a.Berdasarkan pasal3(a)Bab II Pengelolaan Pendidikan PP Nomor 17 tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan,berbunyi:
Pengelolaan pendidikan ditujukan untukmenjamin:Akses masyarakat dan
pelayanan pendidikan yang mencukupi,merata dan terjangkau.
Jika SDN Jatikarya1 dimerger, maka akan bertambah jauh lokasi untuk
pelayanan pendidikan dan hal ini sudah tidak sesuai atau bertentangan
dengan PP tersebut.Karena akses menuju sekolah yg baru lebih jauh dan
berpotensi akan menimbulkan masalah dan menambah beban baru bagi orang tua murid yang kurang mampu,mengingat para orang tua murid di SDN Jatikarya1 kebanyakan berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah bahkan ada yang mata pencahariannya sebagai pemulung,pengemis,
kerjaserabutan serta tukang sapu dikomplek perumahan.Mereka sudah
berusaha keras banting tulang untuk menyekolahkan anak mereka,akankah
mereka masih harus dibebani kembali dengan jarak sekolah anak mereka
yang jauh dan harus ditempuh dengan sarana ojek online. Sehingga
walaupun sekolah penggantinya tetap SD Negeri yang gratis bebas biaya,
namun penggunaan ojek online tetap saja tidak ekonomis bahkan menjadi
beban baru dengan biaya transportasi anak mereka.Melihat hal tersebut,
apakah ini yang dinamakan efisien?Yang pasti kata efisien bukan bagi para
orang tua murid yang kurang mampu,justru akan menjadi beban baru bagi
mereka.Dan jika mereka menetapkan anak-anak mereka bersekolah dengan
berjalan kaki seperti saat sekolah di SDN Jatikarya1, maka sesampainya di
sekolah anak-anak itu sudah merasa letih yang dikarenakan perjalanan yang
mereka tempuh jauh dari rumahnya sehingga anak-anak tidak akan bisa fokus
dalam menerima pelajaran.Apakah ini efektif?Hal yang lebih dikhawatirkan lagi,jika mereka sudah merasa lelah sekali setiap kali sekolah dengan
menempuh jarak yang jauh akhirnya mereka tidak mau sekolah lagi,imbasnya
banyak anak usia sekolah yang putus sekolah hanya karena jarak sekolah
yang jauh.Kita tahu,banyak anak diluar pulau sana yang demi bersekolah
mereka menempuh jarak yang jauh bahkan terkadang berbahaya.Apakah di
kota besar seperti Kota Bekasi akan mengikuti seperti itu?Bukan suatu
langkah maju,justru suatu kemunduran dengan mengorbankan hak anak-anak ini.
b.Terkait jumlah siswa yang kurang dari 180 siswa.Bila merger di laksanakan,
maka SD Negeri yang terdekat dengan SDN Jatikarya1 adalah sebuah SD
Negeri dengan rata-rata murid perkelasnya antara 25 s.d.30anak. Jika siswa
-siswi eks SDN Jatikarya1 digabungkan kekelas tersebut maka jumlah murid perkelas antara 30 s.d.40 anak.Pertanyaannya,apakah ini efektif dan efisien?
Dalam Pasal 24(a)Permendikbud No.17 Tahun 2017 tertulis:Jumlah
peserta didik dalam satu Rombongan Belajar diatur sebagai berikut:
(a)SD dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20(duapuluh)peserta didik
dan paling banyak 28(duapuluhdelapan) peserta didik;
Maka hal tsb tidak sesuai dan bertentangan dengan peraturan yang sudah
ditetapkan oleh pemerintah.Disamping itu,dalam proses belajar mengajar
juga tidak akan efektif karena jumlah siswa dalam kelas terlalu banyak.
c.Terkait kurangnya guru ataubtenaga pengajar di SDN Jatikarya1.Menurut
kami berapa punjum lah guru di SDN Jatikarya1 sudah memadai,terbukti
output dari sekolah tersebut baik. Proses belajar mengajar bisa berjalan
dengan baik tidak ada masalah,bentuk komitmen dan keseriusan tenaga
pengajar di SDN Jatikarya1.
d.Terkait fasilitas sekolah. Fasilitas sekolah merupakan faktor penunjang dalam
proses belajar mengajar,namun bukan faktor penentu atau pun penjamin
suatu keberhasilan dari proses belajar mengajar.Yang lebih dominan adalah
mutu sekolah tersebut.Di SDN Jatikarya1 giat ekstrakurikuler(ekskul)
pramuka,menari,dll aktif dan selalu exist dalam giat event diluar bahkan
meraih juara diantaranya.Ekskul yang dilaksanakan cukup memadai,dimana
hal tersebut dapat melatih anak untuk lebih percaya diri, membentuk karakter
pejuang,bersaing sehat/jujur,kekurangan bukan menjadi kendala namun
justru menjadi motivasi untuk bertahan dan berkreatif.Selanjutnya,komitmen
kuat dari pihak yang berkepentingan dengan sekolah (orangtuamurid) sudah
terjalin dengan baik,sebagai contoh :buku paket sering yang datang
terlambat,dengan inisiatif semua orang tua murid secara kolektif atau dengan
menggunakan uang kas dari orang tua murid membeli diluar sekolah buku
paket tsb untuk anak mereka dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak
manapun tetapi justru dari semangat orang tua yang ingin anak-anak mereka
maju.
Dengan menejemen sekolah yang sudah berjalan denganbaik,semangat dan
dukungan orang tua murid yang sedemikian tingginya serta potensi anak didik
yang baik telah mengantarkan sekolah SDN Jatikarya1 menghasilkan output
yang baik pula,inibseharusnya menjadi asset bagi pemerintah yaitu
menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter dan
seharusnya pemerintah lebih peka mendengar suara rakyat,sering turun ke
bawah untuk melihat secara langsung kondisi dan permasalahan-
permasalahan yang di hadapi rakyatnya untuk selanjutnya digunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan rakyat seluruhnya bukan orang perorang.
e.Terkait keamanan siswa SDN Jatikarya1terhadap pembangunan jalantol
Cibitung–Cimanggis.SDN Jatikarya1 memang belum ada pagar tembok yang mengelilinginya maupun pintu gerbang sekolah,mengingat SD tersebut
berada didalam lingkungan kelurahan yang telah dipagari tembok keliling
namun pintu gerbangnya rusak atau tidak berfungsi semestinya sehingga
pintu gerbang tidak pernah ditutup.Namun demikian,kami parao rangtua
murid SDN Jatikarya1tidak setuju bahwa hal tsb dijadikan alasan atau
pembenaran untuk menjadikan SDN Jatikarya1dimerger.Justrua pabila
Pemerintah peka dan peduli terhadap kami rakyatnya,seharusnya membantu
kekurangan tersebut bukan malah menghapus seluruhnya (dengan cara
memerger sekolah anak kami).
Dengan dibangunnya pagar tembok dan pintu gerbang sekolah anak kami
maka diharapkan siswa tidak dapat keluar masuk dengan bebas selama jam
sekolah karena pintu gerbang hanya dibuka saat siswa akan masuk sekolah
dan selesai jam pulang sekolah. Kami para orang tua murid dalam memilihkan
sekolah anak dengan pertimbangan selain mudah dijangkau,percaya atas
keamanan sekolahnya juga hasil pesertadidik(output)dengan prestasi-
prestasi anak didiknya.
Dengan semua alasan ataupun pertimbangan yang telah kami sampaikan
tersebut,besar harapan kami bahwa pemerintah peka dan peduliakan nasib anak-
anak kami dengan TIDAK MEMERGER sekolahan kami yaitu SDN Jatikarya1.Selaku
warga Jawa Barat sekaligus rakyat RI,kami berharap pemerintah yang terhormat
dapat menjalankan amanat penderitaan rakyat dengan baik sesuai sumpah jabatan
yang disaksikan Tuhan YME Allah SWT.
Demikian aspirasi dan pengaduan kami para orang tua murid SDN Jatikarya1
sampaikan,sangat besar harapan kami mendapatkan solusi serta kabar baik



Hari ini: Teguh mengandalkanmu

Teguh Priahanto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@Rahmat Effendi @Dinaspendidikankotabekasi: Batalkan Merger SDN Jatikarya 1 Kota Bekasi". Bergabunglah dengan Teguh dan 29 pendukung lainnya hari ini.