Tutup Pelabuhan, Bandara dan Terminal Penumpang di Kaltim.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Gejolak masyarakat di Kaltim mulai nampak, dengan datangnya penumpang kapal, pesawat dan transportasi darat dari luar kota. Disisi lain protokol agar pendatang di karantina 14 hari juga tidak berjalan efektif karena kendala beberapa hal. Sementara kasus positif Covid 19 semakin bertambah di Kaltim. Apakah kita warga Kaltim menunggu korban semakin banyak berjatuhan?. Para medis sebagai garda terdepan juga sudah banyak menjadi korban. Sudah banyak kota2 di dunia menjadi contoh, kita bisa ambil pelajaran itu semua.

Untuk itu Gubernur bersama DPRD Kaltim dan segenap Walikota/Bupati dan DPRD Kab/Kota harus bersatu padu mendesak Pemerintah Pusat menyetujui penutupan Pelabuhan, Bandara, Terminal dari arus Pendatang yang sudah disulkan para Walikota/Bupati di Kaltim, untuk penanggulangan Covid 19 tidak semakin bertambah di Kaltim.

Pelabuhan, Bandara, Terminal tetap dibuka untuk arus Logistik (bahan makanan, alat2 kesehatan, obat2an) yg sangat diperlukan utk eksistensi kehidupan.

Kaltim Berdaulat Kesehatan utk Melindung segenap Warga Negera sebagaimana amanat tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945. Semoga Allah Subhana wata'ala selalu bersama kita...Aamiin