Petition Closed
Petitioning Mabes Polri and 6 others

PT. Cipta Karya Husada Utama (Rumah Sakit Husada Utama) Surabaya: Stop UNION BUSTING dan Pekerjakan kembali 4 orang pengurus serikat

STOP UNION BUSTING !
PEKERJAKAN KEMBALI 4 ORANG PEKERJA RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA, SURABAYA !

Sekali lagi terjadi kasus Union Busting atau Pemberangusan terhadap Serikat Pekerja / Buruh. Di mana 4 orang karyawan/pekerja Rumah Sakit Husada Utama, yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Moestopo No. 31 - 35 Surabaya, di PHK secara sepihak oleh manajemen perusahaan karena menjadi pengurus Federasi Serikat Buruh Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSBK-KSN) basis RS Husada Utama. Empat orang pekerja tersebut adalah saudara Endah Nurhayati, ST. (Ketua), Rizal Aditya Ferdianto (Wakil Ketua), Pramana Endradmaja (Sekretaris) dan Laely Lusiana Eva, SE (Bendahara).

Kronologis terjadinya kasus ini sendiri awalnya saat para pekerja/karyawan Rumah Sakit Husada Utama mendirikan Serikat Buruh Kerakyatan Basis PT. Cipta Karya Husada Utama untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka. Tindakan ini kemudian justru berujung dengan di berikannya sanksi SP 1 dan Demosi (Penurunan Jabatan) dari bagian Admission ke bagian House kepping (Cleaning Service) dan berlanjut pemberian SP 2. Ironisnya ternyata pemberian sanksi tersebut berdasarkan Peraturan Perusahaan PT. Cipta Karya Husada Utama yang sudah usang masa berlakunya yaitu 2009-2011, sehingga pemberian sanksi tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.

Oleh karena itulah, sanksi tersebut dengan tegas di tolak oleh ke empat pengurus FSBK-KSN Basis PT. Cipta Karya Husada Utama di Rumah Sakit Husada Utama tersebut. Penolakan pemberian sanksi tersebut kemudian di respon manajemen dengan melarang 4 orang itu memasuki area Rumah Sakit Husada Utama. Permasalahan ini kemudian di laporkan oleh Mahfud Zakaria selaku Sekjend FSBK-KSN kepada Disnaker Kota Surabaya untuk di tindak secara tegas terkait tindakan kejahatan yaitu menghalang-halangi pekerja untuk menjadi pengurus serikat buruh (pasal 28 jo pasal 43 Undang-Undang No.21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Hasil dari sidang mediasi di kantor Disnaker Kota Surabaya, Sdr. Reza selaku perwakilan dari perusahaan PT. Cipta Karya Husada Utama menyatakan bahwa sanksi SP 1 dan SP 2 telah di cabut karena mereka mengakui bahwa saat pemberian sanksi tersebut telah terjadi kekosongan hukum yaitu sudah habisnya masa berlaku Peraturan Perusahaan.

Namun, pihak manajemen Rumah Sakit Husada Utama ternyata ingkar terhadap hasil mediasi dan tetap memberikan sanksi Demosi terhadap 4 orang pengurus serikat tersebut. Kejahatan anti serikat manajemen Rumah Sakit Husada Utama ini ternyata tidak hanya berhenti melakukan Demosi, namun parahnya mulai 16 Oktober 2012 4 pekerja tersebut kemudian mendapatkan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dari manajemen perusahaan.

Bahwa perlu di ketahui juga, pelanggaran yang di lakukan oleh pihak manajemen RS. Husada Utama tidak hanya menghalang-halangi pekerjanya untuk menjadi pengurus serikat buruh dengan memberikan sanksi PHK, namun juga menghalangi-halangi pekerja lainnya yang ingin bergabung menjadi anggota serikat. Bahwa hingga sekarang, ratusan pekerja PT. Cipta Karya Husada Utama di Rumah Sakit Husada Utama masih berstatus kerja kontrak (PKWT) meskipun sudah bekerja lebih dari 4 (empat) tahun dan di upah di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya serta tidak di daftarkan kepesertaannya pada program Jamsostek.

Dari penjelasan kami di atas, maka itulah kami dari Federasi Serikat Buruh Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSBK-KSN) dengan ini menyatakan sikap:

1. Mengecam keras tindakan Union Busting yang di lakukan Manajemen Rumah Sakit Husada Utama Surabaya karena tindakan tersebut terang telah melanggar Undang-undang dan merupakan bentuk tindakan pidana.
2. Pekerjakan kembali 4 pengurus FSBK-KSN Basis Rumah Sakit Husada Utama yang di PHK secara sepihak dan tempatkan mereka di jabatan semula yaitu Admission.

SURABAYA, 21 Oktober 2012

Mahfud Zakaria
Sekjend FSBK-KSN

Letter to
Mabes Polri
Jalan Prof. Dr. Moestopo No. 31 - 35 Surabaya PT. Cipta Karya Husada Utama (Rumah Sakit Husada Utama) Surabaya
Disnaker Provinsi Jawa Timur
and 4 others
Pemprov Jatim
HRD Husada Utama
Polda Jatim
Komnasham
STOP UNION BUSTING !
PEKERJAKAN KEMBALI 4 ORANG PEKERJA RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA, SURABAYA !

Sekali lagi terjadi kasus Union Busting atau Pemberangusan terhadap Serikat Pekerja /Buruh. Di mana 4 orang karyawan/pekerja Rumah Sakit Husada Utama, yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Moestopo No. 31 - 35 Surabaya, telah di PHK secara sepihak oleh manajemen perusahaan setelah menjadi pengurus Federasi Serikat Buruh Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSBK-KSN) basis RS Husada Utama. Empat orang pekerja yang menjadi kesewenang-wenangan tersebut adalah saudara Endah Nurhayati, ST. (Ketua), Rizal Aditya Ferdianto (Wakil Ketua), Pramana Endradmaja (Sekretaris) dan Laely Lusiana Eva, SE (Bendahara).

Kronologis terjadinya kasus ini sendiri awalnya saat para pekerja/karyawan Rumah Sakit Husada Utama mendirikan Serikat Buruh Kerakyatan Basis PT. Cipta Karya Husada Utama untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka. Tindakan ini kemudian justru berujung dengan di berikannya sanksi SP 1 dan Demosi (Penurunan Jabatan) dari bagian Admission ke bagian House kepping (Cleaning Service) dan berlanjut pemberian SP 2. Ironisnya ternyata pemberian sanksi tersebut berdasarkan Peraturan Perusahaan PT. Cipta Karya Husada Utama yang sudah usang masa berlakunya yaitu 2009-2011, sehingga pemberian sanksi tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.

Oleh karena itulah, sanksi tersebut dengan tegas di tolak oleh ke empat pengurus FSBK-KSN Basis PT. Cipta Karya Husada Utama di Rumah Sakit Husada Utama tersebut. Penolakan pemberian sanksi tersebut kemudian di respon manajemen dengan melarang 4 orang itu memasuki area Rumah Sakit Husada Utama. Permasalahan ini kemudian di laporkan oleh Mahfud Zakaria selaku Sekjend FSBK-KSN kepada Disnaker Kota Surabaya untuk di tindak secara tegas terkait tindakan kejahatan yaitu menghalang-halangi pekerja untuk menjadi pengurus serikat buruh (pasal 28 jo pasal 43 Undang-Undang No.21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Hasil dari sidang mediasi di kantor Disnaker Kota Surabaya, Sdr. Reza selaku perwakilan dari perusahaan PT. Cipta Karya Husada Utama menyatakan bahwa sanksi SP 1 dan SP 2 telah di cabut karena mereka mengakui bahwa saat pemberian sanksi tersebut telah terjadi kekosongan hukum yaitu sudah habisnya masa berlaku Peraturan Perusahaan.

Namun, pihak manajemen Rumah Sakit Husada Utama ternyata ingkar terhadap hasil mediasi dan tetap memberikan sanksi Demosi terhadap 4 orang pengurus serikat tersebut. Kejahatan anti serikat manajemen Rumah Sakit Husada Utama ini ternyata tidak hanya berhenti melakukan Demosi, namun parahnya mulai 16 Oktober 2012 4 pekerja tersebut kemudian mendapatkan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak dari manajemen perusahaan.

Bahwa perlu di ketahui juga, pelanggaran yang di lakukan oleh pihak manajemen RS. Husada Utama tidak hanya menghalang-halangi pekerjanya untuk menjadi pengurus serikat buruh dengan memberikan sanksi PHK, namun juga menghalangi-halangi pekerja lainnya yang ingin bergabung menjadi anggota serikat. Bahwa hingga sekarang, ratusan pekerja PT. Cipta Karya Husada Utama di Rumah Sakit Husada Utama masih berstatus kerja kontrak (PKWT) meskipun sudah bekerja lebih dari 4 (empat) tahun dan di upah di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya serta tidak di daftarkan kepesertaannya pada program Jamsostek.

Dari penjelasan kami di atas, maka itulah kami dari Federasi Serikat Buruh Kerakyatan-Konfederasi Serikat Nasional (FSBK-KSN) dengan ini menyatakan sikap:

1. Mengecam keras tindakan Union Busting yang di lakukan Manajemen Rumah Sakit Husada Utama Surabaya karena tindakan tersebut terang telah melanggar Undang-undang dan merupakan bentuk tindakan pidana.
2. Pekerjakan kembali 4 pengurus FSBK-KSN Basis Rumah Sakit Husada Utama yang di PHK secara sepihak dan tempatkan mereka di jabatan semula yaitu Admission.

SURABAYA, 21 Oktober 2012

Mahfud Zakaria
Sekjend FSBK-KSN