Cabut Skorsing, DO, dan aturan Kemahasiswaan Dekan Fakultas Teknik Unhas

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin telah membunuh kebebasan berpendapat dan berekspresi Anak didiknya. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya rentetan Pelarangan-pelarangan kegiatan, pelarangan atribut, dan penjautuhan Skorsing, hingga Pengusulan DROP OUT kepada Mahasiswa. Tercatat hingga saat ini telah terdapat lebih  dari 150 penjatuhan Skorsing dan rekomendasi Drop Out dalam kurun waktu 5 tahun. Kasus yang paling parah adalah kasus saudara Yudha Permana Samad (D 111 13 026)  yang telah dijatuhan sanksi Skorsing namun pasca pemberian hukuman tiba tiba dijatuhi sanksi Drop Out. Padahal yang bersangkutan telah membayar Uang UKT (re: SPP) selama masa skorsing yang dijalani (2 Semester). Hal ini menggambarkan bahwa Pihak dekan memiliki kekuasaan yang menekan mahasiswa dan bebas untuk mempermainkannya. Disamping itu pihak Dekan FT-UH terus mengintervensi kebebasan berlembaga mahasiswa dengan diterbitkannya aturan mengenai kegiatan mahasiswa, pelarangan aktivitas diatas jam 5 sore, hingga pelarangan kegiatan mahasiswa pada hari sabtu dan minggu di Fakutas Teknik Universitas Hasanuddin. Hal ini tentu telah menyalahi asas, fungsi, dan tujuan Perguruan Tinggi yang termaktub dalam UU 12 Tahun 2012.

Maka Dengan ini kami menyerukan kepada seluruh pihak untuk sama sama menyuarakan atas Pencabutan Skorsing, Drop Out, dan aturan semenea-mena Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. dengan berhasilnya pencabutan atas ketidakadilan ini maka  Drop Out yang diberikan kepada saudara Yudha dan skorsing yang dijatuhkan kepada mahasiswa Teknik Universitas Hasanuddin akan dihapuskan. Selain itu aturan-aturan seperti pelarangan yang tak jelas dasar aturannya serta  sepihak akan dihapuskan sehigga mahasiswa Teknik Universitas Hassanuddin dapat beraktivitas dan berlembaga di Kampus Teknik Universitas Hasanuddin.

Kami memohon kepada kemenristek Dikti dan Presiden Republik Indonesia untuk kirannya dapat memberikan bantuan dalam upaya yang kami jalankan terkait kebebasan berpendapat, kebebasan berlembaga, dan kebebasan dari rasa takut aatas skorsing, Drop Out, dan aturan semena mena. Kami juga menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Indonesia untuk menyudahi kemunduran bangsa ini dan menghentikan dan kediktatoran dalam sistem akademik.

HIDUP MAHASISWA! HIDUP MAHASISWA! HIDUP MAHASISWA!

Keep On Fighting Till The End!!! 

HIDUP RAKYAT!!!

 Tembusan :

1. Presiden Republik Indonesia,  Ir.  H.  Joko Widodo

2. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak

3. Rektor Universitas Hasanuddin,  Prof. Dr.
Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A

4. Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin,  Dr.-Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, M.S.M.E.



Hari ini: Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin mengandalkanmu

Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D: Cabut Skorsing, DO, dan aturan semena-mena Dekan Fakultas Teknik Unhas". Bergabunglah dengan Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dan 8.188 pendukung lainnya hari ini.