Sekolah Memprioritaskan Bahasa Daerah sebelum Bahasa Asing

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


         Apa yang diartikan dengan bahasa? Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki mahluk hidup terlebihnya manusia untuk berkomunikasi dengan manusia atau mahluk hidup lainnya menggunakan kata-kata, pergerakan, atau tanda-tanda. Sebagian besar negara-negara dalam planet ini memiliki bahasa tersendiri yang di gunakan dan di kuasai oleh negara tersebut. Seperti Perancis memiliki bahasa Perancis, German menggunakan bahasa German, namun ada negara seperti Amerika Serikat, Kanada yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka walau bahasa Inggris tersendiri datang dari negara Inggris. Adapun juga negara seperti Indonesia, negara Indonesia memiliki kurang lebih 742 bahasa tersendiri. Namun bahasa persatuan yang dimengerti dan digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah bahasa Indonesia.

         Turun-menurun generasi ke generasi warga Indonesia sudah mulai untuk melupakan budaya sendiri. Mulai dari milenial hingga ke generasi alfa. Para pemuda dalam generasi milenial ini sudah sangat terpengaruh oleh budaya barat seperti pakaian dan makanan mereka sehari-hari sampai lagu-lagu yang didengarkan oleh generasi remaja kebanyakan dinyanyikan oleh penyanyi dari luar negeri. Selain itu, banyak sekali remaja yang sangat tertarik untuk mempelajari bahasa asing maupun itu bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Belanda, atau bahasa Jerman. Bahasa asing yang dipelajari oleh milenial-milenial sering sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mulai menggunakannya hampir lebih dari bahasa mereka sendiri. Dengan kebiasaan sehari-hari ini dapat dilihat bahwa adanya ketertarikan minim oleh para milenial untuk mempelajari bahasa daerah di Indonesia. Mungkin mereka dapat mengerti satu dua kata dan terkadang menggunakan bahasa daerah saat bertemu dengan keluarga. Namun mereka belum menguasai bahasa tersebut layaknya mereka menguasai bahasa asing.

         Mempelajari dan menggunakan bahasa asing setiap hari sebetulnya bukanlah sebuah masalah, justru sebuah keuntungan bagi mereka. Seperti bahasa Inggris, bahasa yang sudah di akui dan disetujui dunia untuk digunakan sebgai bahasa internasional atau bahasa pengantar. Dengan mempelajari bahasa Inggris dan melatihnya setiap hari akan mempermudahkan para milenial untuk mengerti dan dapat berkomunikasi lebih dengan orang asing. Dengan mayoritas sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan para murid untuk belajar bahasa Inggris akan membuat masyarakat mengerti budaya luar dan dapat berkontribusi secara internasional. Permasalahan yang dikhawatirkan adalah banyaknya generasi milenial dan kebawah sudah mulai melupakan bahasa negara mereka sendiri. Para anak muda lebih memilih untuk menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia. Sebenarnya sangat baik bagi mereka, apalagi jika mereka memiliki teman-teman dari luar negeri.

        Namun menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009, adanya keperluhan bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra Indonesia. Undang-undang tersebut juga menyatakan untuk membantu bahasa Indonesia agar dapat menjadi bahasa Internasional. Dalam negara Indonesia tersendiri adanya 742 bahasa yang digunakan oleh masyarakat dari berbagai macam suku dan provinsi yang belum termasuk dialek dan subdialek. Hal ini menjadikan masyarakat Indonesia diwajibkan untuk mempertahankan 742 bahasa tersebut dari generasi ke generasi selanjutnya serta menjadikan bahasa-bahasa tersebut tetap menarik untuk dipelajari masyarakat.

         Nah! Dengan itu tunggu apa lagi? Dari 742 bahasa yang berbeda-beda kalian dapat membantu negara sendiri dengan mempelajari 1 bahasa daerah dan melestarikan budaya Indonesia. Sebagai orang Indonesia kita perlu lebih fasih dan bangga untuk mengetahui dan menggunakan budaya sendiri dibandingkan budaya luar. Sebagai masyarakat yang ingin negara ini lebih maju dan berkembang bantulah negara ini dengan menjadikan Indonesia bahasa internasional juga. Tunjukan rasa nasionalismemu dengan menandatangani petisi ini!