Runtuhkan Penjajahan Modern!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Kita sebagai rakyat Indonesia merasa merdeka, bebas dari kejamnya jajahan yang memperbudak kita. Tidak ada lagi perampasan budaya, penghalangan rasa nasionalisme, maupun pembatasan cinta kepada negara. Namun, sesungguhnya semua itu belum benar-benar dicapai, karena kita sesungguhnya belum benar-benar merdeka.

Dalam era millenial ini, kita dijajah dalam keseharian kita, melalui teknologi, pakaian, cara berbicara dan aktivitas sehari-hari lainnya. Masyarakat semakin banyak mengikuti gaya hidup asing, seolah tidak bangga dengan budaya sendiri. Padahal, Indonesia dahulu dikenal sebagai negara kaya dengan berbagai suku, budaya, adat, ras dan alam. Dahulu, Indonesia sudah pernah merdeka.

Budaya asing membuat kita lupa akan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Kita menjadi lengah dan lupa akan apa yang kita miliki, budaya kita sendiri. Rasa nasionalisme kita pun luntur. Bukan berarti budaya asing buruk. Justru keterbukaan kita terhadap budaya asing lah yang dapat memajukan negara. Namun, terlalu terbuka dan tidak kritis terhadap budaya asing membuat kita lupa akan budaya lokal.

Lantas, bagaimana kita dapat mengingatkan masyarakat akan budaya kita dan meningkatkan rasa nasionalisme? Berikut ini adalah kumpulan ide-ide untuk diterapkan:

1. Menetapkan hari budaya lokal

Hingga saat ini, Indonesia tidak memiliki hari untuk budayanya sendiri. Ini menunjukan kurangnya upaya pemerintah dalam melestarikan budaya lokal. Padahal, Undang-Undang Dasar RI 1945 bab XII pasal 32 ayat 1 menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah perabadan dunia. Menetapkan sebuah hari untuk budaya lokal merupakan cara yang baik untuk meingatkan masyarakat akan budaya lokal serta untuk mengembangkannya.

2. Menyiarkan budaya lokal dalam media

Bagaimana cara membuat generasi muda cinta pada budayanya sendiri? Dalam era millenial ini, teknologi hidup berdampingan dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi terutama media untuk menyebarkan budaya lokal, kaum muda akan lebih terbuka terhadap budaya Nusantara. Film-film, iklan, hingga app di gadget dapat menjadi instrumen pelestarian budaya lokal.

3. Menerapkan lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari

Masyarakat mungkin mulai melupakan budaya lokal karena kurang melihatnya dalam keseharian mereka. Lantas, budaya lokal seharusnya diikat lebih ke dalam hidup setiap individu negara. Dengan apa? Lewat pendidikan budaya dalam sekolah, pemakaian baju bernuansa Indonesia hingga pengenalan makanan lokal dalam restoran-restoran

4. Berinovasi dengan budaya

Kurang menariknya terhadap masyarakat merupakan salah satu faktor lunturnya budaya lokal. Dengan budaya yang masuk yang lebih memikat, budaya Nusantara menjadi terlupakan. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam budaya agar lebih interaktif dengan masyarakat. Inovasi budaya tidak berarti mencabutkannya dari keasliannya, tetap justru untuk menambahkan nuasana Indonesia. Seperti pada Undang-Undang Dasar RI 1945 bab XA pasal 28I ayat 3 yang berbunyi: “Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan perabadan.”

5. Mempromosikan budaya lokal secara internasional

Salah satu cara membuat rakyat bangga akan budayanya adalah dengan pengakuan dan penghargaan secara internasional. Bagaimana mencapai itu? Dengan mengembangkan status budaya lokal, yang dapat dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, tetapi kita juga.

Dengan meningkatkan pengertian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya lokal, rasa nasionalisme dapat menghiasi bangsa. Sudah waktunya masyarakat Indonesia merdeka dari penjajahan budaya asing. Jadilah bagian dalam memajukan budaya Nusantara. Tanda-tangani petisi ini dan sebarkan kepada masyarakat!