Penolakan terhadap Wacana Pemajuan Jadwal Pelaksanaan UTBK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Saya sebagai salah satu siswi di Indonesia ingin mewakili suara siswa-siswi di Indonesia tentang penolakan wacana pemajuan jadwal UTBK yang diisukan akan dilaksanakan bulan November-Desember. Serta isu lain yang terus bertambah seperti penghapusan SNMPTN 2020 dan tidak dapat mengambil lintas jurusan pada pelaksanaan UTBK 2020. 

Hal tersebut dikarenakan ketidaksiapan berbagai pihak, mulai dari siswa, panitia, regulasi yang simpang-siur. Jika regulasi ini akan diresmikan pada bulan ini, maka hanya ada waktu 3 bulan dalam persiapan siswa menghadapi UTBK. 

Saya sebagai siswi kelas 12 dan teman - teman lainnya masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tahun ajaran kami yang akan berakhir pada bulan April 2020. Kami masih harus menuntaskan ujian lainnya seperti USBN, UNBK, Ujian Praktek, dan tugas lainnya yang menjadi syarat kelulusan.Ujian diatas tidak berpengaruh terhadap jalur masuk PTN. Maka untuk apa gunanya pernyataan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir yang menyatakan bahwa “Kita ambil sekitar November-Desember. Jadi Januari sudah ada kepastian diterima perguruan tinggi di Indonesia, jadi siswa tinggal kejar Ujian Nasional (UN) mereka,” kata Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019." ?  Tentu akan berat bagi kami apabila mengikuti UTBK terlebih dahulu dengan kondisi kami yang masih harus menjalani kegiatan belajar mengajar. 

Sistem full day school saja sudah cukup memberatkan bagi kami. Sekolah saya memulangkan siswa pukul 15.30, lain lagi halnya dengan mereka yang mengikuti kegiatan lain diluar jam sekolah seperti bimbingan belajar, kerja kelompok, dan ekstrakulikuler. Banyak kawan saya termasuk saya sendiri yang ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK dengan mengikuti bimbingan belajar. Sepulang sekolah kami masih harus belajar hingga pukul 8 malam. Setelah itu kami masih harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru kami di sekolah. Tentu ini sangat membebani kami. Bagaimana kami dapat mempersiapkan kemampuan kami dengan kondisi seperti ini? Apalagi dengan rencana pemajuan pelaksanaan UTBK 2020. Dengan ini saya menolak adanya wacana pemajuan jadwal UTBK yang diajukan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. 

Sebelumnya, rencana ini juga pernah diungkapkan Nasir awal tahun lalu. Memajukan jadwal penerimaan mahasiswa baru terutama UTBK, salah satunya jugauntuk mengantisipasi agar siswa berprestasi tidak berbondong-bondong ke perguruan tinggi di luar negeri. Mengingat banyaknya "pencari bakat" dari perguruan tinggi di luar negeri yang berburu calon mahasiswa baru berprestasi dari Indonesia lebih awal dari proses penerimaan mahasiswa baru di Indonesia.( Dikutip dari medcom.id) . Jika pada awalnya tujuan dimajukannya jadwal UTBK karena hal tersebut, alangkah lebih baik jika rentan waktu yang diberikan hingga bulan Mei. Sehingga siswa yang tidak membutuhkan nilai lebih dini tetap dapat mempersiapkan diri lebih lama. 

 #TolakPerubahanJadwalUTBK20192020