Menolak / Menggugat Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


1. Penerimaaan siswa didik baru sistem zonasi 90% tanpa menggunakan seleksi nilai akan menciptakan generasi yang bodoh dan cacat secara mental karena tanpa harus bersusah payah, sekolah terdekat akan mudah mereka dapatkan.

2. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kekecewaan anak - anak muda yang cerdas dan berprestasi yang terbiasa dengan berkompetisi secara sehat dan penuh perjuangan untuk mendapatkan nilai terbaik, mulai saat ini sudah tidak berlaku lagi karena sistem zonasi.

3. Untuk apa harus diadakan ujian nasional yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, jika nilai ujian nasional tidak digunakan.

4. Khususnya di DIY, sudah bukan rahasia umum jika UGM ( Universitas Gajah Mada ) akan memberikan jalur undangan kepada siswa - siswa berprestasi dari sekolah - sekolah unggulan, jika dengan sistem zonasi seperti yang digunakan saat ini apakah UGM akan menyamaratakan jalur undangan ke semua sekolah yang ada di DIY, dan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

5. Anak - anak kami adalah anak - anak yang berada dalam generasi emas, masa keemasan yang akan mereka dapatkan mulai pendidikan dasar sampai menengah, dan masa emas itu akan hilang karena sistem zonasi, dan itu akan membekas dalam memori mereka jika mereka mendapatkan sesuatu hal yang cenderung dipaksakan dan tidak sesuai keinginan mereka.

6. Siapa yang akan menjamin bahwa sistem ini akan terus digunakan jika besok menteri pendidikan dan regulasi diganti begitupun dengan peraturan yang diganti, sedangkan anak - anak kami hanya dijadikan kelinci percobaan.

7. Kenapa zonasi tidak berdasarkan radius jarak terdekat ( Jarak Udara 1 km / Lebih tapi berdasarkan zona yang telah ditetapkan, pembagian berdasarkan kelurahan dan kecamatan ) tanpa jelas apa dasarnya dan tidak memenuhi unsur - unsur keadilan.

8. Tanpa ada sosialisai sebelumnya jika nilai ujian tidak digunakan, sehingga perjuangan UN menjadi perbuatan yang sia - sia dan tidak ada manfaatnya.