Hapuskan FLS2N karena Banyak Kecurangan dan Nepotisme Dimana-mana

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kegiatan FLS2N ini sudah dari tahun ke tahun banyak terjadi kecurangan dan nepotisme di berbagai daerah. Keterkaitannya juri yang tidak profesional, juri yang kongkalikong dengan peserta, panitia yang tidak profesional dalam penyelenggaraan hingga pemilihan juri--katanya dengan alasan kalau memilih juri yang mahal (maestro) tidak ada dananya. Turunnya juknis semua bidang lomba selalu bersifat mendadak sehingga bagi sekolah yang dalam hal pendanaan agak terbatas, kreatifitas sekolah tersebut agak terhalang, contoh: lomba tari di juknis harus membuat garapan tari baru berarti terkait di dalamnya musik pun harus bikin baru, kostum pun harus ide baru, proses waktu latihan pun butuh waktu. Semua dapat tercapai bila sekolah di Indonesia diberikan anggaran dana untuk membuat konsep tersebut. Tapi faktanya, anggaran ini tidak ada, sehingga yang akan dipilih ke tingkat nasional pada umumnya sekolah yang punya modal cukup atau karena juri dipilih yang bukan bidangnya. Dalam hal penjurian pun, biasanya juri itu bukan dari praktisi seni di bidangnya, tapi guru SBK, dan apabila ada juri yang profesional pun dari praktisi di bidangnya, biasanya banyak nepotisme. Intinya, banyak mudaratnya ini FLS2N. Berbeda dengan O2SN (bidang olahraga) yang semuanya bisa terukur dengan poin-poin yang pasti. Untuk teman-teman yang setuju dengan petisi ini, silahkan ikut menandatangani petisi ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama teman-teman. 

Salam budaya!

http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/read/2017/08/20/315455/juri_yang_membuat_geli/

http://riaupotenza.com/berita/18997/seleksi-fls2n-meranti-curang-hang-kafrawi-meradang

http://kangsyaff.blogspot.com/2017/01/menyingkap-tabir-o2sn-fls2n-dan-osn.html?m=1

http://riaugreen.com/view/Meranti/33234/Panitia-dan-Dewan-Juri-FLS2N-Meranti-Diduga-Curang.html#.XMT37nmlY0N

http://www.rmolsumsel.com/read/2015/06/24/31696/338/Shelyna-Ngadu-ke-Dewan-Sumsel