Dianggap belum relevan, HMJ PAI UIN MALANG TOLAK FDS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Teruntuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Selamat Pagi/Siang/Sore Bapak Muhajir Efendi, Semoga kesehatan anda selalu terjaga olehNya

Apa kabar pak? Jumlah sekolah sampai hari ini sudah mencapai lebih dari 297.000, sedangkan peserta didik di Indonesia hari ini lebih dari 32 Juta , Namun sampai hari ini bangku sekolah kerap seringkali ditinggalkan guru pengajarnya lantaran kesibukan rapat dan pengerjaan administrasi sekolah lainnya. Sehatkah adik-adik kami dibangku sekolah itu?

Bapak Muhajir yang terhormat, Full Day School telah ramai ditengah diskusi kecil lingkungan kami sebagai seorang mahasiswa, sampai diturunkannya petisi inipun kami rela berkorban waktu isitirahat, dan belajar kami untuk mendiskusikan apa itu hakikat FDS yang bapak canangkan dalam Permen No. 23 Tahun 2017. Bukan sekedar diskusi biasa pak! Diskusi kami lakukan karena kami merasa penting masalah FDS ini untuk dibedah.

Izinkanlah kami menyampaikan petisi ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap PERMENDIKBUD No 23 Tahun 2017, sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam serta mahasiswa pemerhati pendidikan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bahkan sebagai perwakilan mahasiswa dan masyarakat se-Indonesia.

Beberapa poin penolakan atas Permen dimaksud karena beberapa alasan sebagai berikut :
1. Aktif 8 Jam per lima hari dan libur 2 hari bukanlah sebuah solusi untuk keefektifan dalam pembelajaran, kelelahah siswa merupakan faktor utama pertimbangan atas kebijakan ini. Jika mengacu pada pengalaman pendidikan di Finlandia, lama jam sekolah tidak menjadi ukuran penting atau bukan bersifat substansial. Kualitas kecukupan dan kematangan psikologis yang holostik menjadi tolak ukur bagi kualitas belajar anak-anak di sekolah, bukan lamanya anak tinggal di sekolah. Oleh karena itu Full Day School hanya berlaku khusus yang tidak merugikan sumberdaya masyarakat sebagai bagian dari proses kebudayaan dan peradaban.
2. Kedekatan orang tua dengan anak (siswa) tidak cukup diberinya waktu libur dua hari. Sebenarnya lebih penting dari itu adalah menyatukan komunikasi terhadap sekolah dengan orang tua untuk perkembangan siswa. Beberapa kasus penyimpangan perilaku anak dan remaja juga turut disumbangkan oleh buruknya kualitas hubungan anak dan orang tua sehingga masalah ini akan lebih penting diperhatikan dalam meningkatkan pendidikan karakter anak-anak.
3. Permasalahan kurikulum belum tuntas terbahaskan, sebenarnya model ini justru menambah kesibukan pembahasan para pelaku pendidikan sehingga banyak waktu terlalui dan melupakan bagaimana caranya siswa tersebut bisa memerangi budaya globalisasi hari ini.
4. Mendorong kebijakan guru kreatif dengan visi futuristik dan inspiratif dalam proses belajar jauh lebih diutamakan daripada kebijakan yang jatuh pada kegiatan administratif guru dalam keseluruhan proses bekerja. Oleh karena itu tumbuhkan visi guru yang punya visi, berkarya dan inovatif yang ramah terhadap perkembangan anak didik dapat digelorakan sebagai tulang punggung perubahan substansial pendidikan.



Hari ini: HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN mengandalkanmu

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN PAI UIN MALANG membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Prof. Dr. Muhadjir Effendy: Dianggap belum relevan, HMJ PAI MALANG TOLAK FDS". Bergabunglah dengan HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN dan 172 pendukung lainnya hari ini.