Produksi Massal Bilik Disinfektan untuk Melawan COVID-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Walikota Surabaya, Tri Rismanarini bekerjasama dengan Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat Bilik Disinfektan (Mobile Sterilisation Chambers). Konsep bilik ini adalah mematikan virus dan bakteri pada tubuh seseorang dengan cara menyemprotkannnya selama beberapa detik. Harapannya, seseorang yang keluar dari ruang sterilisasi ini telah terbebas dari kuman sehingga tidak akan menularkan/menyebarkan kepada pihak lain.(*)

Kelebihan dari ruang sterilisasi dibanding dengan cuci tangan/hand sanitizer adalah mampu membunuh virus yang menempel pada seluruh bagian tubuh manusia, sementara mencuci tangan hanya mampu membunuh virus yang ada di tangan. Dengan demikian peluang seseorang untuk menyebarkan virus menjadi lebih kecil setelah keluar dari ruang sterilisasi.

Penting kita ketahui bahwa virus corona SARS-CoV-2 sebagai penyebab pandemi COVID-19 ini bisa bertahan di benda-benda lho. Berdasarkan jurnal berjudul "Persistence of Coronaviruses on Inanimate Surfaces and their Inactivation with Biocidal Agents" yang terbit di Journal of Hospital Infection Vol. 104 hal: 246-251 menyebutkan bahwa virus corona dapat bertahan di permukaan plastik selama 5 hari, sarung tangan medis (8 jam), kertas (4-5 hari), kayu (4 hari), kaca (4 hari), besi (48 jam) dan alumunium (2-5 jam).(**)

Penularan virus corona pada manusia memang terjadi akibat droplets/tetesan pernapasan yang terlepas ke udara saat seorang positif COVID-19 batuk atau bersin. Namun, bukti bahwa virus corona bisa bertahan di benda-benda termasuk pakaian harus juga menjadi perhatian agar kita bersih-bersih dengan maksimal.(***)

Dengan demikian, Bilik Disinfektan harus diproduksi secara massal dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti pintu masuk gedung, kantor pemerintahan, pabrik, restoran, apartemen, kos-kosan dengan penghuni puluhan orang, kompleks perumahan, pasar, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, rumah sakit, pom bensin dan lokasi lain. 

Sebelumnya, kita pernah mendengar bahwa Vietnam berhasil melawan COVID-19 dengan memproduksi massal Bilik Disinfektan dan menaruhnya di banyak tempat publik. Bilik Disinfektan tersebut diklaim dapat membersihkan virus dan bakteri hampir 90% dari tubuh seseorang yang memasukinya. Satu unik Bilik Disinfektan juga dapat digunakan oleh 1000 orang/hari dengan waktu pembersihan 15-20 detik per orang dan gratis. (****) Vietnam juga berhasil menyembuhkan seluruh pasisn terjangkit COVID-19 dan mencegah penularan di tengah masyarakat. (*****)

Oleh karena itu, melalui petisi ini saya meminta kepada Menteri Kesehatan untuk bekerjasama dengan Universitas, BUMN dan Pemerintah Daerah dalam memproduksi Bilik Disinfektan secara massal. Prakarsa Ibu Tri Rismaharini di kota Surabaya perlu diapresiasi dan diadaptasi di seluruh wilayah Indonesia untuk melawan COVID-19. 

Terima kasih, 

Wijatnika Ika

Tanda (*) merupakan sumber informasi/berita.