Petition Closed
Petitioning Prime Minister of Australia, the Hon. Tony Abbott

Measure Montara: Investigate impact of oil spill in Indonesian waters


We are fighting a big fight, but it is worth it. We are asking you for your help.

This petition is very important as tens of thousands of coastal communities in my province have lost their livelihoods and are spiralling into poverty since an oil spill over 4 years ago.

In August 2009, the Montara oil platform exploded in Australian waters in the Timor Sea, off the northwest Australian coast. It flowed for 74 days until November, and was the worst offshore oil spill in Australia's history. Thousands of tonnes of oil spilled into the sea and prevailing winds and currents pushed it north towards southern Indonesia.

The Australian government, in cooperation with the platform owners, tried in vain to contain the spill, by spraying hundreds of thousands of litres of dispersants.

This toxic brew of diluted oil that resembled milky water, quickly spread into Indonesian fishing grounds and inundated thousands of seaweed farms in the closest province to Australia, East Nusa Tenggara.

Within two weeks of the platform exploding, reports started rolling in of dead fish, sharks and dolphins. A week later, cultivated seaweed began to die en masse and subsistence and commercial fish catches plummeted 80 per cent.

The people in the coastal communities had no idea what hit them. Most families were only scratching out a living, making enough just to survive and to send their kids to school. After 3 months, the ones who could afford to, packed their bags and moved away.

Now it is 4 years since the oil spill was stopped.

The horror stories that have come out of the villages in the last four years are frightening.

At least 12 people died from eating poisoned fish and people have been chronically ill. People report of incurable skin diseases, callouses, bruising and pus-filled cysts.

Some breadwinners, unable to bear the indignity of not being able to provide for their families, have taken their own lives.

Children have been withdrawn from school all over the province, as their families cannot afford to send them.

Seaweed farms are covered in a white disease.

For more than four years now, I have continually called for a proper scientific study.

We will not give up.

We must have an independent investigation as to the environmental, social and economic impacts, fully funded by the oil company responsible with the mutual agreement of all affected parties.

When it is done, we can begin to rebuild the life of our communities.

East Nusa Tenggara is the closest neighbour to Australia and there are many strong kinships between our peoples. We must strive to be more like brothers and sisters than foreigners living in different countries.

The people are waiting for change and for someone to listen to their case. As the director of the West Timor Care Foundation, I ask you, to please listen, and share their story. We are fighting a big fight, but it is worth it.

#measuremontara

 

IN INDONESIAN:  

Kami sedang memperjuangkan sebuah pertarungan besar,namun hal ini sangat berharga dan pantas untuk dilakukan. Kami meminta bantuan anda.

Petisi ini sangat penting karena puluhan ribu masyarakat pesisir di provinsi saya kehilangan mata pencaharian mereka dan sedang terbelenggu dalam kemiskinan sejak tumpahan minyak lebih dari 4 tahun yang lalu .

Pada bulan Agustus 2009 , platform minyak Montara meledak di perairan Australia di Laut Timor , di lepas pantai barat laut Australia. Tumpahan minyak itu mengalir selama 74 hari sampai bulan Nopember, dan merupakan tumpahan minyak lepas pantai yang terburuk dalam sejarah Australia . Ribuan ton minyak tumpah ke laut dan angin serta arus yang kencang mendorongnya dari utara menuju ke arah selatan Indonesia. Usaha Pemerintah Australia yang bekerjasama dengan pemilik platform berusaha untuk mengatasi tumpahan minyak tersebut tanpa hasil, dengan cara menyemprotkan ratusan ribu liter bubuk kimia dispersan guna menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar Laut Timor.

Bubuk kimia beracun ini  terdilusi yang menyerupai air susu itu, dengan cepat menyebar ke daerah nelayan Indonesia dan menggenangi ribuan pertanian rumput laut di provinsi terdekat dengan Australia, Nusa Tenggara Timur.

Dalam waktu hanya dua minggu sejak platform itu meledak, mulailah bergulir laporan ikan-ikan mati, termasuk hiu dan lumba-lumba.Seminggu kemudian, rumput laut yang dibudidayakan mulai mati secara massal dan subsistensi serta hasil ikan tangkapan komersial anjlok 80 persen.

Masyarakat di pesisir tidak tahu apa yang menimpa mereka. Sebagian besar keluarga hanya bisa mengais tambahan hidup, yang hanya cukup menghasilkan untuk bisa bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anak nya. Setelah 3 bulan, orang-orang yang mampu,berkemas tas mereka dan pindah ke tempat lain yang jauh dari Laut Timor.

Sekarang ini  seudah 4 tahun berlalu sejak tumpahan minyak itu dihentikan.

Cerita horor yang  menakutkan telah diterima dari desa-desa dalam empat tahun terakhir ini.

Setidaknya 12 orang meninggal karena makan ikan beracun dan orang-orang telah  mengalami sakit kronis. Masyarakat melaporkan penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan, seperti kapalan, memar dan kista berisi nanah.

Beberapa pencari nafkah, tidak mampu menanggung penghinaan karena tidak mampu menyediakan kebutuhan bagi keluarga mereka, telah mengambil jalan pintas sendiri.

 Anak-anak telah ditarik dari sekolah di seluruh provinsi, karena keluarga mereka tidak mampu untuk mengirim mereka ke sekolah.

Pertanian rumput laut yang ditutupi penyakit putih.

Selama lebih dari empat tahun hingga sekarang, saya telah secara terus-menerus menyerukan diadakan nya sebuah penelitian ilmiah yang patut.

Kami tidak akan menyerah.

Kita harus memiliki sebuah penyelidikan independen mengenai, dampak lingkungan,sosial dan ekonomi, seluruh biaya penelitian sepenuhnya didanai oleh perusahaan minyak yang bertanggung jawab dengan kesepakatan bersama dari semua pihak yang berkepentingan.

Jika hal ini dilakukan, kita dapat mulai membangun kembali kehidupan masyarakat kita.

Nusa Tenggara Timur adalah tetangga terdekat ke Australia dan ada banyak hubungan kekeluargaan yang kuat di antara masyarakat kita. Kita harus berusaha untuk bisa menjadi lebih seperti saudara dan saudari  sendiri dari pada seperti orang asing yang tinggal di negara yang berbeda.

Masyarakat sedang menantikan perubahan dan seseorang  untuk mendengarkan kasus mereka. Sebagai Ketua Yayasan Peduli Timor Barat, dengan penuh kerendahan hati saya meminta Anda, untuk  dengan senang hati mau mendengarkan,dan berbagi kisah ini. Kami sedang berjuang dalam sebuah pertarungan besar, tapi itu sangat berharga dan layak untuk dilakukan.

 

Letter to
Prime Minister of Australia, the Hon. Tony Abbott
Dear Prime Minister,

I am deeply concerned about the reports of impacts of the Montara oil spill in East Nusa Tenggara province, Indonesia.

I call on you as the Prime Minister of Australia to ensure that the oil company responsible funds a full, comprehensive and independent investigation of the impact in East Nusa Tenggara, with the mutual agreement of all affected parties.