Pemerintah Indonesia : Tolong cegah wabah baru seperti Covid-19 #SebelumTerlambat!

Pemerintah Indonesia : Tolong cegah wabah baru seperti Covid-19 #SebelumTerlambat!

0 have signed. Let’s get to 1,000!


Saat ini kita mengalami salah satu momen yang paling sulit dalam sejarah akibat wabah Covid-19. Wabah ini merupakan sebuah peringatan yang jelas, dan para ahli telah memperingatkan akan ada berbagai wabah serupa dapat bermunculan mulai sekarang. Mari kita bersama-sama memohon kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan mencegah wabah di masa yang akan datang, #sebelumterlambat!

Berdasarkan Program Lingkungan PBB  (UNEP) 75% penyakit menular yang muncul adalah zoonosis, yang berarti berasal dari hewan sebelum menginfeksi manusia. Contohnya dalam kasus Covid-19, kemungkinan besar sumbernya adalah kelelawar. Peningkatan munculnya berbagai penyakit baru di seluruh dunia juga berkaitan langsung dengan kesehatan ekosistem dan bagaimana hewan diternakkan untuk untuk kebutuhan konsumsi. Karena alasan ini, kami meminta kepada pemerintah untuk menerapkan beberapa kebijakan di bawah ini untuk mencegah wabah di masa depan: 

  1. Hentikan perdagangan hewan liar dan penjagalan hewan hidup di pasar 
  2. Hentikan deforestasi 
  3. Hentikan perluasan lahan industri peternakan 
  4. Tegakkan larangan penggunaan antibiotik non-terapis dan sebagai suplemen makanan pada hewan 
  5. Terapkan pelarangan impor hewan ternak 
  6. Galakkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan

1. Hentikan perdagangan hewan liar dan penjagalan hewan hidup di pasar 

Pasar hewan dan perdagangan hewan liar dapat menjadi jembatan bagaimana penularan penyakit terjadi dari hewan ke manusia. Contohnya, kasus awal SARS terjadi karena adanya kontak dengan luwak yang dikurung di kerangkeng di pasar hewan; dan Ebola diyakini menular karena daging gorila yang terinfeksi dikonsumsi oleh manusia. Di Indonesia, masih ada pasar hewan liar  seperti Pasar Beriman Tomohon, Pasar Pinasungkulan di Manado, Pasar Pasty di Yogyakarta, Pasar Satria di Bali, Pasar Depok di Solo dan Pasar burung Jatinegara di Jakarta. 

2. Hentikan deforestasi

Deforestasi juga meningkatkan risiko munculnya wabah baru karena menyebabkan hewan-hewan liar berada lebih dekat dengan manusia dan hewan ternak. Contohnya, virus Nipah yang sangat mematikan, yang ditangani dengan cepat namun belum cukup cepat karena telah membunuh 100 orang di Malaysia. Itu semua dimulai saat sebuah peternakan babi merambah ke habitat kelelawar liar. Para kelelawar menjatuhkan buah-buahan yang terkontaminasi di peternakan yang kemudian dimakan oleh babi, dan menginfeksi manusia. Selain itu deforestasi juga terus terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan. Hutan Amazon yang mewakili setengah dari hutan hujan dunia, dirusak demi produksi kedelai yang kemudian digunakan untuk memberikan makan hewan ternak di Indonesia.

3. Hentikan ekspansi  industri peternakan 

Berdasarkan UNEP, industri peternakan merupakan jembatan penyakit antara hewan liar dan manusia. Penyakit mereka seperti flu burung, dapat menginfeksi dan membunuh manusia. Di Indonesia, ribuan ayam ditempatkan dalam kerangkeng yang penuh sesak. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan tidak dapat bergerak atau merentangkan sayap. Sistem imun yang lemah, serta kurangnya diversitas genetik, mempercepat penularan penyakit di antara mereka.

4. Tegakkan larangan penggunaan antibiotik non-terapis dan sebagai suplemen makanan pada hewan

Saat ini, 75% dari antibiotik di dunia digunakan pada hewan, paling banyak digunakan pada mereka yang dieksploitasi untuk kebutuhan pangan. Penggunaannya yang tidak bertanggung jawab menciptakan bakteri yang resisten terhadap obat dan dapat menyebar melalui daging, telur, dan susu yang terkontaminasi–atau bahkan tumbuhan dan air yang terkontaminasi oleh limbah industri peternakan.  Sampai saat ini, setiap tahun ada sekitar 700.000 orang meninggal karena resistensi bakteri secara global. Di tahun 2050, PBB memperkirakan resistensi bakteri dapat membunuh lebih dari 10 juta orang tiap tahunnya, angka yang lebih besar dari kanker. Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik yang tidak bertanggung jawab untuk hewan, namun penelitian di lapangan menunjukkan masih banyak peternak yang tidak mematuhinya.

5. Larang impor hewan ternak 

Selama dua dekade terakhir ini, Indonesia telah mengimpor 6.4 juta sapi dari Australia. Hewan-hewan tersebut menghabiskan berhari-hari, bahkan dalam beberapa kasus sampai dengan berminggu-minggu di ruang yang sempit, dalam kondisi panas atau dingin yang ekstrim, terkadang tanpa akses air bersih, dan tidak dapat beristirahat tanpa resiko terinjak-injak. Kotoran mereka terkumpul selama perjalanan , serta kondisi yang kotor dan sempit, menjadikannya lahan yang sempurna untuk penyakit yang dapat ditularkan dari satu negara ke negara lainya. 

6. Galakkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan 

Sangat mungkin untuk mengubah kenyataan ini, dengan membuat sistem pangan yang berkelanjutan yang tidak bergantung pada peternakan hewan. Mari kita meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang mendukung kita untuk makan yang lebih sehat dan lebih berbasis nabati. Ketika kita mengonsumsi lebih banyak sayur dan menggantikan produk hewani dengan alternatif berbasis nabati, kita bisa meningkatkan sistem imun, melawan perubahan iklim dan deforestasi, dan menghindari kondisi dan dampak yang mengerikan dari industri peternakan serta menghindari wabah baru!

Jangan pertaruhkan hidup kita di masa depan, padahal kita tahu cara untuk mencegahnya saat ini. Kita tidak butuh peringatan kedua dari alam. Mari kita desak pemerintah untuk mengambil tindakan sekarang juga. Ikuti gerakan #SebelumTerlambat. Tanda tangani petisi ini dan bagikan kepada teman-teman dan keluargamu untuk masa depan yang lebih aman untuk semua!