Kami dipaksa jual rumah kami

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kami sudah tinggal hampir 30tahun di rumah yg dibeli bpk kami thn 1989an di kampung cikutra 2 desa mekar saluyu kec cimenyan kab bandung. Dulu tetangga kami banyak tp semua sudah pindah karena di bebaskan oleh pt bandung pakar utk pembangunan vila /rmh mewah , lapangan golf dan hotel di kawasan bandung utara. Sekarang rmh km inclave dan tinggal satu2nya di kp cikutra 2. Kami tidak tinggal d tanah negara/ tanah milik org lain. Tapi di tanah/rmh kami sendiri yg membayar PBB kpd negara tiap tahun. 13 tahun kami berjuang mempertahankan jln desa kami yg melintas /di depan rmh kami. Kami pernah bbrapa kali demo karna jln desa kami d jadikan lapangan golf. Karena jln desa lah yg menyebabkan bpk sy d penjara d vonis 7 bln dan upaya banding menjadi 10bln. Di tuduh mengancam dan mw melempar batu seberat 2kg.(kejadian 18 desember 2017 dan video sempat virat debat dengan polsek cimenyan) kami pnya bukti video pd saat kejadiaan karena smw tdk luput dr rekaman video kami. Tidak ada pengancaman dan mw melempar batu. Di polda jabar, kejari bale endah dan pengadilan bale endah tidak pernah ada batu dikemukan barang bukti. Hanya saksi supir beko , satpam pt tsbt dan pihak polisi dr polsek cimenyan. Saya, bapak saya dan adik sy pun d laporkan menguasai lahan karena di anggap menghalangi beko.padahl pada saat itu pt bandung pakar mau menutup aset jln desa kami yg menuju awiligar. Kami pun sudah d vonis bertiga walaupun hny tipiring. Ternyata bberapa bln terakhir ini kami ditekan menerima harga yg mereka inginkan untuk membeli rmh kami. Karna kami d laporkan kembali oleh karyawan mengenai undang2 it-e  dan pengaduan palsu. Sementara laporan kami di polda jabar dan polres soreang tdk satu pun yg berjln. Kami melaporkan mengenai pengrusakan spandu k,menutup mata air kami,merusak jln kami, memperkerjakan supir beko tanpa lisensi k3 dan jg melaksanakan amar putusan eksekusi rumah tidak sesuai yg menyebabkan rmh kami di tembok keliling 2.5 meter. Menutup aset jln k rmh kami dengan seng. Merusak barang2 d rmh kami. Tidak ada satu pun yg berjalan. Sedangkan laporan pt bandung pakar terhadap kami langsung berjalan dan kami sdh d vonis pengadilan. Dan 1.5bln yg lalu adik sy yg d penjara. Akhirnya kami setuju dengan harga yg mereka mau wlwpun kami terpaksa. Dengan syarat2 yg berat. Kami mau. Tp bukannya di sekesaikan malah mereka minta turun harga dr yg mereka jnjikan sendiri. Itu pun kami iyakan supaya bapak dan adik saya bisa pulang. Tp masih d persulit dengan harus bongkar rmh baru d bayar. Hari ini bpk sy pulang dr lapas. Tp polisi sudah menunggu.bukan pulang k rumah tp d bawa k polres untuk menanda tangani surat kesepekatan yg mereka buat. 

Susahnya menjadi orang kecil di negara kita yg besar ini. Knp sampai demikian kamu diperlakukan utk memaksa kami supaya jual rumah dan ikut kemauan mereka. Aparat penegak hukum sebagai pengayom masyarakat tidak adil memperlakukan kami. Rumah kami di kp cikutra 2 bukan kemauan kami tp takdir kami. Belum lgi selama 10 bln ini air k rmh kamu dimatikan . Padahl kampung/rmh kami memiliki sumber air yg ada dr dulu sebelum pt itu k kampung kami. Tapi sdh berubah menjadi rmh mewah dan lapangan golf. Pernh d ganti bbrpa tahun tp utk mengintimidasi kami air jg d matikan. Terpaksa kami membeli. Tp kalau hujan jln awiligar longsor tidak bs dilalui karna mereka membangun vila yg membuat jln kami longsor. Sehingga mobil tangki harus lewat jln komplek mereka dan kadang dipersulit. Supirnya d suruh nunggu sejam baru d ijinin masuk. 

Untuk permasalahan ini kami sudah melapor ke mana2.ke pemerintah dan upaya hukum di pengadilan dan di polisi. Mulai dr lurah sampai tingkat teratas, instansi2 terkait sesuai wewenang masing2. Di jawa barat sampai ke ibu kota jakarta. Tapi tidak satupun yg bisa melindungi hak kami. Ketidak adilan yg kami rasakan dan intimidasi. Apa karna kami mmbayar pajak (PBB) tidak sebesar pt bandung pakar tidak ada satupun yg mendengarkan kami???

Rumah saya tidak akan menenggelamkan bandung tp knp kami harus d paksa menjual rmh dengan d penjara, dtakut2in  dan diperlakukan tdk adil?????? Apa salah keluarga saya???