Tangkap, Tahan dan Proses Hukum Pelaku Kekerasan Terhadap Aktifis Lingkungan di Samosir

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Dua aktivis dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Sebastian Hutabarat dan Johannes Marbun, mengalami penganiayaan saat sedang mengunjungi tambang batu di Desa Silima Lombu, Kecamatan Onan Runggu Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (15/8) pagi. Pelakunya diduga adalah JS cs, pemilik tambang batuan di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Kedua korban pada kesempatan pertama telah membuat Laporan Polisi ke Polres Samosir dengan nomor laporan LP/VIII/2017/SMR/SPKT tertanggal 15 Agustus 2017. Namun hingga hari ini, Selasa (22/8), penyidik dari Polres Samosir belum menetapkan status hukum otak dan pelaku penganiayaan dimaksud dan masih bebas berkeliaran.

Ada dugaan, bahwa lambatnya penanganan hukum terhadap pelaku kekerasan tersebut, erat kaitannya dengan posisi salah seorang pelaku JS yang merupakan Abang Kandung Bupati Kabupaten Samosir Rapidin Simbolon.

Terhadap keadaan ini, kami Relawan Jokowi Sumatera Utara, Aktifis LSM, Jurnalis dan Lawyers mendesak agar seluruh institusi dan pejabat yang bertanggungjawab dalam penegakan hukum di Sumatera Utara untuk menunjukkan konsistensi dan keberanian dengan menangkap, menahan dan memproses hukum pelaku tindak pidana terhadap kedua aktifis tersebut.



Hari ini: Aline mengandalkanmu

Aline Joentak membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden RI Ir. H. Joko Widodo: Tangkap, Tahan dan Proses Hukum Pelaku Kekerasan Terhadap Aktifis Lingkungan di Samosir". Bergabunglah dengan Aline dan 855 pendukung lainnya hari ini.