Bebaskan Peladang di Sintang Kalbar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


UUD 1945 pasal 33 ayat 3 tidak lagi relevan dgn kondisi kami saat ini, Karena ternyata bunyinya demikian:

"BUMI,AIR DAN KEKAYAAN ALAM YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA DIKUASAI OLEH NEGARA DAN DIPERGUNAKAN UNTUK SEBESAR-BESARNYA KEMAKMURAN PENGUASA DAN PENGUSAHA. "

Para peladang di Sintang, Kalbar dituntut bersalah atas perbuatan mereka yang meneruskan tradisi, memanfaatkan kulit bumi sebagai sumber kehidupan, mengais sesuap nasi dengan berladang secara Tradisional.

Mereka Membakar Ladang untuk makan, bukan merusak ekosistem atau bahkan menjadi penyebab bencana kabut Asap. Mereka juga bukan seorang penjahat. Mereka bukan orang mampu layaknya korporasi yang mamp membuka lahan Puluhan bahkan Ribuan Hektar.

Memang tiada yang salah pada kalian semua. Kalian telah berjuang untuk mensejahterakan keluarga dan sanak famili dengan BERLADANG, tetapi Negara menjadi kan kalian terperiksa bahkan bisa jadi terpidana.

74 Tahun Negara ini merdeka tapi kita dari pinggiran negeri tak pernah berteriak lantang. Sekarang mari kita bersama berteriak Lantang untuk membela saudara-saudara kita para  PELADANG.....!!!

Tanah Kalimantan, tempat kita berpijak selama umur kita ada, diwariskan oleh nenek moyang, kita olah, kita manfaatkan untuk mengisi perut dengan cara dan tradisi kita, bukan dengan ketakutan tetapi ketentraman, ada budaya gotong-royong, ada budaya kebersamaan, dan telah ada jauh sebelum Bencana Kabut Asap jadi popular dan Viral, bisakah dikatakan sebagai penyebab bencana tersebut?? Mikir.