AKU ADALAH KAU YANG LAIN; KRISIS JATI DIRI POLRI;COPOT OKNUM POLRI YG TDK SESUAI TRI BRATA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Peringatan Idul Fitri (salah satu hari raya umat Islam) dan perkembangan situasi dan kondisi NKRI dari hari ke hari semestinya memberikan makna mendalam sebagai momentum penting bagi kita semua, terutama POLRI dalam berkontemplasi dan refleksi diri. Caranya dengan melihat kesejatian sebagai pengemban tugas dan fungsi aparatur negara dalam menjaga keamanan dalam negeri.

Sebagaimana dinyatakan dalam salah satu konsideran UU No 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI, "bahwa pemeliharaan keamanan dalam negeri melalui upaya penyelenggaraan fungsi kepolisian yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,...”

Penyelenggaraan fungsi kepolisian menuntut anggota Polri hadir di tengah-tengah masyarakat dengan memegang teguh integritas dan komitmen kebangsaan, bekerja sesuai tugas dan wewenang profesinya, berpegang teguh terhadap pedoman hidup Tri Brata, pedoman kerja Catur Prasetya, dan etika kepolisian dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya maupun dalam kehidupan sehari-hari demi pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Peran Polri dalam sejarah perjalanan perjuangan bangsa telah membuktikan berkehidupan yang lebih baik dalam suasana aman dan tenteram serta senantiasa menjaga sikap dan perilaku dari perbuatan yang tidak terpuji.

Profesi polisi adalah profesi yang mulia karena profesi ini memiliki fungsi dan tugas pokok yang memuliakan masyarakat. Kemuliaannya tecermin dari fungsi dan tugas pokoknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, yang diposisikan sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

Jati diri kehidupan Polri sesungguhnya tecermin dalam prinsip-prinsip Tri Brata yang merupakan pedoman hidup Polri dalam bersikap dan berperilaku ketika menjalankan tugas kepolisian. Pedoman ini kemudian dijabarkan dalam kode etik profesi kepolisian, mencakup tiga nilai: (1) berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; serta (3) senantiasa melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.

Video/Film (pendek) Police Movie Festival Award 2017 berjudul 'Kau Adalah Aku yang Lain' jadi viral di media sosial (facebook) yang diunggah ke akun Facebook Divisi Humas Polri, Kamis (22/6/2017). Beragam Pro dan kontra serta silang pendapat di antara netizen muncul. Video berdurasi 7 menit 40 detik tersebut mendapat kecaman dari sejumlah pihak, pasalnya video ini menggambarkan umat Islam tidak toleran dan anti keberagaman bahkan  menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #PolriProvokatorSara.

 

Ketua Dewan Pertimbangan dan Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyayangkan beredarnya video atau film pendek berbau sara yang disebarkan oleh Divisi Humas Polri.

Dia menganggap video tersebut memberi penggambaran bahwa umat islam adalah agama yang intoleran. Din juga meminta kepada semua pihak yang terlibat, baik sutradara maupun produser dan sponsornya untuk meminta maaf.

Din menilai, narasi dalam video itu keliru dan rancu, karena justru umat Islamlah yang sangat toleran dan membela kemajemukan Indonesia.

Din juga menyesalkan keterlibatan Polri dalam pembuatan atau penyebaran video/film itu. Dia mengaku mempertanyakan kredibilitas polisi sebagai aparat penegak hukum, namun justru membantu hal yang berpotensi mengganggu keamanan.

 

Oleh karena itu, kami dari Aliansi Pemuda Peduli NKRI (APP NKRI) mengharapkan dan menuntut :

1.    Mengajak Masyarakat Indonesia khususnya untuk menandatangani petisi ini sebagai salah satu upaya saling mengingatkan dan kontrol publik terhadap institusi kebanggaan kita POLRI.

2.    Mengajak masyarakat Indonesia untuk pro aktif menjaga perdamaian dan tidak terpancing untuk berbuat kekerasan seperti penyerangan kepada anggota Polri di Sumatera Utara begitu juga pada yang lain.

3.    Mabes POLRI meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Umat Islam di tiap-tiap pelosok dunia

4.    Mengevaluasi Oknum – oknum Polisi yang terindikasi intoleran terhadap kemajemukan bangsa serta mencopot/memecatnya jika terbukti bersalah sesuai dengan peraturan yang berlaku

5.    Mengusut tuntas Institusi/Personal yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video “aku adalah kau yang lain” dalam upaya mengacaukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

UNTUK INDONESIA YANG PANCASILAIS...

SALAM JUANG KAMI !!!

APP NKRI



Hari ini: Aliansi Pemuda Peduli NKRI mengandalkanmu

Aliansi Pemuda Peduli NKRI membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden RI: AKU ADALAH KAU YANG LAIN; KRISIS JATI DIRI POLRI;COPOT OKNUM POLRI YG TDK SESUAI TRI BRATA". Bergabunglah dengan Aliansi Pemuda Peduli NKRI dan 277 pendukung lainnya hari ini.