Segera Tetapkan Status Bencana Nasional Akibat Gempa Lombok

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Penetapan status dan tingkat bencana nasional dan daerah memuat indikator jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan sarana dan prasarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. 

Penetapan status darurat bencana untuk skala nasional dilakukan oleh Presiden, skala provinsi oleh Gubernur, dan skala kabupaten/kota oleh Bupati/Walikota. Ketentuan penetapan status dan tingkatan bencana diatur dengan Peraturan Presiden (PP).

Gempa yang Mengguncang Lombok Pada Hari Minggu 5 Agustus 2018 berkekuatan 7.2 SR dan gempa 5,5 skala Richter pada dini hari Selasa, 7 Agustus 2018, yang berpusat di Lombok Utara masih satu rangkaian dengan gempa Lombok 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018. Selanjutnya Lombok kembali diguncang gempa susulan Berkekuatan 6.2 SR Pada Hari Kamis 9 Agustus 2018, Mengakibatkan Meninggalnya 212 orang di Kabupaten Lombok Utara, 26 orang di Lombok Barat, 11 di Lombok Timur, 6 di Kota Mataram,

"Data ini masih akan terus bertambah mengingat Tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi, diduga korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi," demikian tertulis dalam keterangan resmi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho 

"Dan adanya laporan dari aparat daerah yang mengatakan adanya korban meninggal di daerah sebelumnya dan sudah dimakamkan tetapi belum didata dan dilaporkan ke Posko sehingga data korban meninggal dunia akan bertambah," tambahnya.

Sementara itu, sebanyak 1.033 korban yang mengalami luka berat masih dirawat inap di rumah sakit dan puskesmas.

Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat di lapangan Menggala, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

Sebanyak 270.168 orang mengungsi di berbagai tempat. Jumlah pengungsi ini juga sementara karena belum semua pengungsi terdata baik.

Sejumlah bangunan rumah rusak akibat gempa di desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

Selain itu, angka kerusakan fisik sementara terdiri dari 67.857 unit rumah, 468 sekolah, 6 jembatan, 3 rumah sakit, 10 puskesmas, 15 masjid, 50 unit mushala, dan 20 unit perkantoran.

Sutopo juga mengatakan, ribuan personel dikerahkan untuk penanganan dampak gempa. Sebanyak 21 alat berat juga dikerahkan untuk proses evakuasi.

Sejumlah bangunan rumah rusak akibat gempa di desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). 

Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.

Sementara itu, gempa susulan bermagnitudo 6,2 yang terjadi pada Kamis 9 Agustus 2018 kemarin disebut menyebabkan masyarakat makin trauma. Gempa dirasakan keras menyebabkan beberapa bangunan rusak. Sebanyak 24 orang terluka karena tertimpa bangunan roboh.

 



Hari ini: RIO mengandalkanmu

RIO RAMABASKARA membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Republik Indonesia : Tetapkan Status Bencana Nasional Lombok". Bergabunglah dengan RIO dan 209 pendukung lainnya hari ini.