Merubah Hari Ibu Menjadi Hari Perempuan Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Kongres Perempuan Indonesia I tanggal 22-25 Desember 1928 adalah tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan untuk meningkatkan kiprah perjuangan mereka di ranah nasional Indonesia yang saat itu masih dicita-citakan. 

Dengan Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 tanggal 22 Desember, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Nomenklatur "Hari Ibu" ini dalam perkembangannya, terutama disebabkan oleh pengaruh dan penetrasi budaya Barat, telah secara kultural-filosofis didistorsi menjadi semacam Mother's Day di dunia Barat. 

Bangsa Indonesia saya ajak untuk tidak rela melakukan langkah distortif terhadap tonggak sejarah perjuangan perempuan Indonesia ini. Ajakan ini bukan menafikan arti penting Mother's Day di dunia Barat atau bahkan anti Barat, namun sebagai upaya menegakkan sejarah dan cita-cita bangsa Indonesia, khususnya perjuangan kaum perempuan.

Untuk itu, bangsa Indonesia saya ajak untuk meminta Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir.Joko Widodo, untuk merevitalisasi/merubah Dekrit Presiden 316/1959 tentang Hari Ibu menjadi "tentang Hari Perempuan Indonesia". Perjuangan dan nasionalisme para perempuan Indonesia yang heroik tidak bisa didistorsi menjadi penghormatan pada seorang Ibu dan diwujudnyatakan dalam berbagai kegiatan yang sama sekali tidak punya korelasi apa pun terhadap perjuangan kaum perempuan Indonesia.

Foto dari: http://sejarah.kompasiana.com/2013/12/23/hari-ibu-dan-tugas-perjuangan-kaum-perempuan-kini--618875.html, oleh Qory Dellasera. Terimakasih untuk fotonya.