Petisi ditutup

Hapus kata Pribumi dari Bahasa Indonesia

Petisi ini mencapai 14 pendukung


Kata Pribumi adalah peninggalan dari jaman kolonialisme Hindia Belanda untuk membeda-bedakan masyarakat berdasarkan kesukuannya. Hal ini sudah tidak relevan bagi negara Indonesia yang bersemboyan 'Bhinneka Tunggal Ika', berarti setiap warga Indonesia adalah satu kesatuan tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, ras dan agama. 

Kata Pribumi sendiri menjadi tidak bisa lagi digunakan dalam konteks yang tepat bagi negara Indonesia karena kita sudah merdeka dari penjajahan Belanda sejak tahun 1945. Kini kata Pribumi kerap kali dipakai untuk memisah-misahkan warga negara Indonesia yang legal secara hukum, dengan merujuk pada makna sempit dari masa kolonialisme Hindia Belanda, demi kepentingan politik. Tidak sedikit WNI yang dikategorikan Non-Pribumi mendapatkan berbagai perlakuan diskriminatif oleh oknum-oknum yang memaknai kata Pribumi secara sempit guna memecah belah kesatuan warga negara Indonesia. Oleh karena itu penggunaan kata Pribumi dan Non-Pribumi juga bertentangan dengan Pancasila karena tidak sesuai dengan semangat persatuan dan kesatuan (sila ketiga).

Presiden Habibie pernah mengeluarkan instruksi Presiden nomor 26 tahun 1998 agar kata Pribumi tidak lagi digunakan dalam kebijakan ataupun kegiatan kepemerintahan. Jika kata tersebut sudah tidak perlu digunakan namun pada kenyataannya masih sering digunakan untuk mengelompokkan Warga Negara Indonesia yang majemuk, juga kata tersebut bermakna negatif dan diskriminatif jika digunakan; maka pemerintah perlu untuk melakukan pengkajian/riset agar kata tersebut dihapuskan dari bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Biarlah kata Pribumi dan Non-Pribumi dijadikan kosakata masa lampau, kosakata bahasa asing yaitu Bahasa Hindia Belanda, yang bisa dipakai sebagai rujukan pelajaran sejarah namun bukan menjadi bagian Bahasa Indonesia yang dapat digunakan secara aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa sekarang.

Biarlah generasi mendatang mendapatkan pelajaran berharga bahwa kata Pribumi dan Non-Pribumi bukanlah Bahasa Indonesia karena sejatinya negara Indonesia tidak membeda-bedakan Hak dan Kewajiban setiap WNI apapun latar belakang suku, agama dan rasnya. Niscaya generasi mendatang yang tidak mengenal kata Pribumi dan Non-Pribumi akan mengedepankan persatuan dan kesatuan Indonesia dalam membangun bangsa ini mencapai cita-citanya yang mulia. 



Hari ini: Yosua mengandalkanmu

Yosua Kristianto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Republik Indonesia: Hapus kata Pribumi dari Bahasa Indonesia". Bergabunglah dengan Yosua dan 13 pendukung lainnya hari ini.