Petisi ditutup

Bebaskan Ahok karena Beliau adalah korban fitnah lawan politiknya

Petisi ini mencapai 156 pendukung


Indonesia adalah negara Bhinneka Tunggal Ika yang mempunyai banyak suku dan Agama, serta mempunyai banyak penduduk dan kekayaan alam. Jakarta, sebagai Ibukota negara menjadi cermin pemerintahan untuk daerah-daerah lain, maka harus dipimpin oleh pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Akan tetapi bertahun-tahun Jakarta dipimpin oleh pemimpin yang tidak pro rakyat , serta anak-anak buahnya dibiarkan korupsi. Harapan Rakyat mulai ada ketika BPK Joko Widodo dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, serta wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. 2 Tahun setelah Pilkada, kemudian Jokowi menjadi presiden, naiklah Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selama beliau menjabat, Ahok menerapkan disiplin untuk setiap PNS dan bersikap tegas, serta menolak hal-hal yang berbau KKN dalam pemerintahan, bukan itu juga, Ahok juga mensejahterakan warga miskin dengan menggunakan KJS, KJP dan merelokasi warga ke rusun, Bukan menggusur. Beliau juga memberikan prioritas bagi warga lansia, warga rusun, penerima KJP serta pegawai dibawah UMP dengan naik bus trans Jakarta secara gratis. Beliau juga memberangkatkan marbot serta kuncen makam umroh serta menyelesaikan sengketa lahan Makam Mbah Priuk, serta masih banyak hal baik yang dia lakukan. Banyak lawan politik tidak suka dengan Ahok karena ketegasannya dan image dia yang anti korupsi serta bukan seiman, sungguh yang terakhir membuat saya muak karena Zaman sekarang masih aja yang bersifat primodial. Akan tetapi, ketika dia melakukan kampanye bersama warga Kepulauan Seribu, Beliau berkata: "Jangan dibohongi pakai Surat Almaidah 51" yang saya tafsir kan adalah "Jangan pilih pemimpin yang mau saja dibohongi pakai ayat Al-Quran untuk kepentingan politik nya". Ucapan inilah yang membuat para kaum mabok Agama kejang-kejang dan melapor Ahok kepada Polisi sehingga berujung pada vonis 2 tahun penjara Beliau. Padahal Ahok ingin menyindir para penjabat yg kampanye dengan dalih Ayat Al-Quran!    Belum lagi ulah seseorang Bernama Buni Yani yang memotong kata "pakai" di video Ahok di Kepulauan Seribu yang membuat kaum mabok Agama kejang-kejang dan mengadakan demo berjilid-jilid yang bernamakan "Aksi Bela Islam" padahal Tuhan tidak perlu dibela. Apakah warga Kepulauan Seribu juga menganggap Ahok menista agama? Tidak, bahkan mereka tertawa mendengarnya. Apalagi dengan kejanggalan di persidangan yang saksi pemberatnya hanyalah saksi-saksi palsu yang menonton video dari YouTube dan tidak melihat langsung. Tentulah kita berfikir bahwa ini adalah kasus yang sangat amat DIPAKSAKAN dan hanyalah ingin menyingkirkan Ahok, oleh sebab itu saya menulis petisi ini supaya tidak ada lagi orang baik yang dipenjara karena difitnah yang sangat keji ini. 9 Mei 2017 , hari kelabu bagi Indonesia dimana hari ini adalah Hari Ketidakadilan Hukum Nasional



Hari ini: Galih mengandalkanmu

Galih Xyz membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Republik Indonesia dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Bebaskan Ahok karena Beliau adalah korban fitnah lawan politiknya". Bergabunglah dengan Galih dan 155 pendukung lainnya hari ini.