Presiden Jokowi, segera investigasi tindakan aparat yang memakan nyawa penduduk Deiyai!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Aksi penembakan terhadap warga Deiyai 1 Agustus 2017 lalu telah menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan tidak kurang dari 10 orang mengalami luka-luka. Humas Polda Papua bersikeras bahwa mereka hanya menggunakan peluru karet sementara uji balistik terhadap kejadian tersebut nampak belum serius dilakukan. Klaim bahwa kepolisian hanya melakukan tindakan sesuai prosedur juga tidak membenarkan tembakan langsung kepada warga Deiyai, apalagi hingga mencabut nyawa seseorang.

Bermula pada 1 Agustus 2017, warga berbondong-bondong meminta pertolongan kepada karyawan PT Putra Dewa Paniai untuk meminjamkan mobil perusahaan. Mobil ini akan digunakan untuk membawa Kasianus Douw yang tenggelam di sungai ke rumah sakit terdekat. Karena karyawan perusahaan enggan membantu, warga lantas mencari mobil pinjaman lain. Namun terlambat, Kasianus meninggal dalam perjalanan.

Warga yang merasa nyawa Kasianus dapat ditolong jika saja karyawan perusahaan mau membantu, mendatangi tenda pekerja perusahaan untuk meluapkan amarah. Kericuhan kecil terjadi dan di sini keganjilan dimulai. Mobil Brimob tiba, dan dari dalamnya muncul 6-10 aparat bersenjata. Alih-alih menertibkan, mereka justru menyulut ketegangan. Lemparan batu dan kayu warga dibalas dengan hujaman peluru polisi. Warga berjatuhan, beberapa yang selamat, menceburkan diri ke selokan.

Yang perlu kita ingat: masalah risiko dan kegentingan yang dihadapi oleh aparat ketika menjalankan tugas tidak boleh mengesampingkan hak atas hidup, kebebasan dan keamanan semua orang, termasuk mereka yang diduga pelaku kejahatan. Hal itu diatur dalam berbagai instrumen HAM, di antaranya Kode Perilaku Aparat Penegak Hukum PBB (1979) dan Prinsip-Prinsip Dasar Penggunaan Kekuatan dan Senjata Api oleh Aparat Penegak Hukum PBB (1990).

Mengingat tragedi penembakan ini melibatkan pihak kepolisian, investigasi  yang independen dan imparsial adalah jalan satu-satunya untuk mengevaluasi apakah tindakan itu tepat guna. Konflik kepentingan akan sangat mungkin terjadi jika kasus ini diusut oleh kepolisian sedang pelakunya berasal dari kepolisian.

Jangan sampai ada lebih banyak nyawa dikorbankan karena aparat salah mengambil langkah! Aparat ada untuk menertibkan, bukan untuk membinasakan. Jika tidak disegerakan, duka warga Papua tak akan berkesudahan!

Mari tuntut Presiden Jokowi untuk melakukan investigasi independen atas aksi aparat kepolisian Deiyai! Keadilan harus segera ditegakkan! #Justice4Deiyai

 

Salam perdamaian,

 

Usman Hamid,

Direktur Amnesty International Indonesia

 



Hari ini: Amnesty International (indiv) mengandalkanmu

Amnesty International (indiv) Indonesia membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden @jokowi, segera investigasi tindakan aparat yang memakan nyawa penduduk Deiyai!". Bergabunglah dengan Amnesty International (indiv) dan 3.632 pendukung lainnya hari ini.