REBUT kembali simbol BANGSA SUNDA Gunung Tangkuban Parahu dari PT. GRPP

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Gunung simbol Bangsa Sunda, Gunung Tangkuban Parahu, saat ini dikuasai oleh pt. graha rani putra persada (grpp), yang kemarin kembali menunjukkan arogansinya dengan menyatakan bahwa "tidak ada satu instansipun yang berhak menutup tangkuban parahu," padahal, Gunung Suci simbol Bangsa Sunda tersebut, tengah dalam keadaan bencana.

Sebelumnya, grpp juga telah beberapa kali menunjukkan arogansinya atas Bangsa Sunda, diantaranya adalah Penebangan Pohon yang dilindungi oleh asas Lex Specialis, yaitu pohon PAMANAH RASA, dimana pohon tersebut adalah pohon SIMBOL dari PRABU SILIWANGI, yang diagungkan dan disakralkan oleh Bangsa Sunda. grpp juga merubah bentang alam Gunung Tangkuban Parahu yang ditetapkan sebagai hutan yang dilindungi, dan hutan penyangga, sehingga menyebabkan terjadinya banyak bencana yang menimpa masyarakat di sekitarnya.

Selain itu, grpp, juga menunjukkan arogansinya atas Bangsa Sunda dan Pemerintah Daerah, dengan TIDAK MAU memberikan kontribusi apapun kepada Pemerintah Daerah, sementara, kami yang ada di lingkungannya, hanya menerima bencananya saja dari ulah yang dilakukan mereka.

Untuk diketahui, pemberian Izin Pengelolaan Gunung Tangkuban Parahu, diberikan kepada Putra Kaban, pada saat Menteri Kehutanan dijabat oleh M.S Kaban, tanpa melalui proses lelang, melainkan dengan penunjukkan langsung.

Oleh karena itu, kami memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo, untuk mencabut izin pengelolaan PT. GRPP, atas dasar pelanggaran terhadap aturan penunjukan pengelolaan Hutan Gunung Tangkuban Parahu, asas lex specialis, undang-undang perpajakan, pungutan liar, pengrusakam alam, serta tidak mengindahkan kaidah-kaidah kearifan lokal, yang menyebabkan gejolak di masyarakat. Dimana hal-hal tersebut, secara langsung telah memenuhi syarat untuk menganulir izin pengelolaan GUNUNG TANGKUBAN PARAHU.