Berikan Yang Menjadi Hak Kami

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


dengan ini saya ingin menyampaikan bahwa perkampungan warga yang terletak di dusun iv sidorukun, desa candirejo, kecamatan sibiru-biru diklaim oleh pihak batalion tni yon armed 2/105 delitua.

kami disini sudah memiliki tanah dan bangunan lebih dari 70 tahun sebelum datangnya batalion tni yon armed 2/105 delitua pada tahun 1953.
tanah ini merupakan bekas dari tanah perkebunan belanda yang sepeninggalan belanda tanah tersebut diserahkan kepada para pekerjanya. beberapa penduduk disini dahulu merupakan bekas dari pekerja perkebunan, sebagian adalah penggarap dan sebagian ada yang mendapatkan dari jual beli.
pada tahun 1985 terjadi awal mulanya pengklaiman oleh pihak tni armed 2/105 dipimpin oleh sdr. kom. batalion arsyad sugiarto disebabkan karena laporan seorang pensiunan dari tni yang bernama alm. boga mendirikan rumah ditanah milik sdr. alm kasdi yang sebelumnya sudah sepakat memberikan ganti rugi atas tanah yang ditempatinya.
namun ia ingkar janji dan mengatakan bahwa ia tidak mau membayar uang ganti rugi atas tanah tersebut karena tanah tersebut milik batalion dan sdr. boga langsung melaporkan kepada kom. batalion bahwa sdr. alm. kasdi telah memperjual belikan tanah milik batalion. oleh kom. batalion sdr. arsyad sugiarto laporan yang maksudnya hanyalah untuk membatalkan tagihan ganti rugi tanah tersebut namun tanpa melakukan penyeledikan dahulu ia segera membenarkan laporan tersebut. sejak itulah adanya klaim bahwa tanah diarea dusun iv sidorukun, desa candirejo kecamatan sibiru-biru adalah milik batalion. yang sebelumnya tidak pernah ada pengklaiman dari pihak tni.

selanjutnya sekitar pertengahan tahun 2001 ada seorang tni mendatangi rumah ayah saya dan katanya atas perintah komandan batalion supaya ayah saya memberi patok pada sudut tanah perladangan ayah saya karena batalion akan membuat patok semen sebagi batas. setelah ayah saya membuat patok di tanah perladangan tidak ada pihak batalion tni yang menyemen patok untuk batas malah yang ada pada 01/2002 adalah penebangan tanaman diarea ladang kami.
dan sudah melapor kepada bupati, gubernur, pangdam dan presiden namun tidak mendapatkan penyelesaiannya.
lalu penebangan dilanjutkan pada tahun 01/2004 , 04/2005 dan 07/2005 dan juga sudah dilaporkan kembali namun tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan. yang hasilnya tanah tersebut berhasil dirampas dan dibangun gudang meriam. dan bersebelah dengan tanah perladangan kami, ada juga tanah warga yang di ambil dan dibangun rumah asrama.
lalu ada juga tanah perladangan warga lainnya dirampas oleh pihak tni dan dijadikan kandang ternak kambing.
setelah kejadian tersebut tni melakukan pemagaran atas tanah tni termasuk kami warga dusun iv sidorukun didalamnya.

dan sekarang jalan masuk ke dusun iv sidorukun, desa candirejo, kecamatan sibiru-biru akan dibeton pagar Dan kami disuruh masuk melalui POS2 mereka yang membuat lorong kami bilang.
maka dari itu, kami warga dusun iv sidorukun, desa candirejo, kecamatan sibiru-biru berharap bantuan dari pihak yang terkait untuk menyelesaikan masalah yang terjadi agar kami warga dusun iv sidorukun, desa candirejo, kecamatan sibiru-biru mendapatkan apa yang menjadi hak kami warga dusun iv sidorukun, desa candirejo, kecamatan sibiru-biru